Skip to main content

Posts

Showing posts with the label masa depan

Nanti, setiap hari

Malam ini tidak bisa tidur. Padahal, hal yang menjadi buah pikiran sangatlah sederhana, hanya sebuah kejadian yang masih di angan. Jika tiap pagi sarapanmu kusiapkan, kau mau? Tidak hanya sesederhana ini, nanti. Tidak hanya sesekali, nanti. Setiap hari, di dapur yang sama, di meja yang sama ada kita berdua. Mungkin sesekali kita makan di luar, candle light dinner restoran atau menikmati angin sepoi-sepoi di bangku taman bersama dua kotak takeaway makanan. Mungkin juga nanti tak hanya berdua, tetapi bertiga atau bahkan berempat. Katanya, makan bersama itu elemen penting dalam sebuah keluarga. Kita tidak pernah lupa meluangkan waktu untuk itu. Kau dan aku paling anti lembur di kantor agar bisa makan bersama dan bertukar cerita atau berbagi keheningan. Tak jarang kita menikmati makanan di piring masing-masing sedang sunyi menyelimuti. Kau dan aku hanya perlu memastikan ada di sisi satu sama lain. Ada duduk di sana, dapat diperhatikan dengan kedua bola mata, dapat dirasakan hadirnya deng...

Menjadi dewasa

Hidup itu terkadang lucu sekali. Apalagi menginjak usia 20-an. Makin banyak tanya dalam hidup tanpa diketahui jawabannya. Makin banyak pula yang sibuk mengurusi hidup kita. "Kapan sidang?" "Kapan nikah?" "Kapan hamil?" "Kapan S-2?" "Kerja di mana?" Apa iya masa depan berkutat di situ-situ saja? Seputar pendidikan, pekerjaan, dan pernikahan? Repot juga ya, Men. Andai saja aku tidak mengenal Oxford dan kamu, kurasa aku 'kan berbahagia menjelma anak kecil selamanya.  Dari aku, yang tak ingin menjadi dewasa