Skip to main content

Posts

Showing posts with the label JAFF Jogja

JAFF's Asian Perspectives 2017

sumber gambar The Hose (2017) Mansour Forouzesh 14 menit sumber gambar Seorang guru sekolah dasar, Nobari, mulai menyadari metode hukuman dengan kekerasan fisik yang selama ini digunakannya tidak memberikan efek yang signifikan. Hari itu, Nobari menceritakan perihal metode ajar pada murid-murid dan membuang pecut kesayangannya. Pelajaran hari itu dimulai dengan soal perkalian. Shalbaaf, seorang murid, tidak bisa menjawab pertanyaan Nobari yang membuat Nobari memarahinya di kelas. Keesokan harinya, Nobari membuka kado dari Shalbaaf dengan rasa penasaran yang berganti tegang: kado itu berisi beberapa pecut baru. Nobari gagal mengatur emosinya saat mengajar. Apa bedanya ia menggunakan pecut dan tidak kalau emosi kesalnya terhadap murid masih mendominasi? Kedua hukuman itu sama-sama memicu trauma. Luka dari kekerasan fisik dapat pudar menghilang, tetapi luka dari kekerasan verbal membekas sampai entah. Is he a good teacher on my opinion? Nope. Women of The Weepi...

JAFF Movie Night 7: Tentang Keluarga

Rabu malam, 25 Oktober 2017, JAFF mengadakan JAFF Movie Night ketujuh sebagai pemutaran terakhirnya menjelang Jogja-NETPAC Asian Film Festival Desember nanti. Pemutaran dimulai sejak pukul 16.00, tetapi aku hanya menghadiri sesi kedua yang dimulai pukul 19.00. Malam itu ada empat film, yakni Jalan Pulang, Sisa Senja, Bagus, dan Ji Dullah. Yak, mari meloncat ke ulasan! Jalan Pulang (2016) sumber gambar Film tugas akhir ISI ini membawa tema keluarga. Aku lupa nama tokohnya, mari kita panggil ayah dan anak. Suatu pagi, ayah memasuki kamar anak lelakinya kemudian mengepak baju-baju. Ia membangunkan anaknya dan memintanya untuk mengantar ke Yogyakarta. Dari film, aku tahu ibu anak ini sudah meninggal dunia. Si anak agak uring-uringan ketika sang ayah mendadak mengajak ke Yogyakarta sebab ia tengah disibukkan dengan proses produksi film. Selama perjalanan, tidak hanya sekali mereka terlibat debat. Anak lelakinya juga berulang kali berdecak kesal. Terlihat betul ada...

Lelayang dan Ruah Bahagia Sebuah Keluarga

sumber gambar Deretan manusia di J.Co J-Walk menyambutku sore itu. Ya ampuuuun, betapa berjubelnya orang demi dua kotak donat! Aku bergegas ke CGV untuk mengejar sesi pertama pemutaran film JAFF (Jogja - NETPAC Asian Film Festival) Movie Night. Film yang diputar hari itu adalah film-film yang mendapatkan danais (dana istimewa) dari Dinas Kebudayaan Yogyakarta pada tahun 2016. Jadi, apakah filmnya akan keren? Tentu saja, kan, sudah dikurasi sebelumnya. Waktu itu 17.40, masih tersisa dua puluh menit sampai penghabisan sesi pertama. "Mbak, sebentar lagi selesai. Nonton sesi kedua aja, ya?" "Oh, oke. Pukul 19.00, kan? Saya mau salat dulu." "Silakan, Mbak. Dulu nonton JAFF 4 juga, ya?" "Eh iya, kok tahu?" "Saya hapal muka Mbak." Tersanjung juga rasanya diingat seseorang, hahaha. Setelah salat aku kembali lagi ke lokasi dan mendapati ruangan kosong. Balada datang lebih awal. Mendekati pukul 19.00, satu per satu penonton mem...