Skip to main content

Posts

Showing posts with the label kuliah

Ngobrol Cantik Bareng Profesor

Seru, ya, ngobrol sama profesor dan tahu sedikit perihal pengalaman hidupnya. Bisa sekalian jadi penambah semangat. "Bu, saya dengar Ibu sempat meneliti bahasa daerah di pedalaman, ya? Itu sesaat setelah Ibu sarjana atau lulus S-2 atau S-3?" "Wah, saya setelah S-1 langsung lanjut S-2 ke Prancis. Di sana, saya malah diharuskan berkuliah S-2 jurusan fonetik dulu oleh profesor sebelum mengambil S-2 geolinguistik jadi gelar S-2 saya ganda. Saya tuntaskan 2,5 tahun untuk dua gelar itu, satu tahun lebih masing-masing. (gile, keren berat!) "Wih, cepat banget ya, Bu? Keren banget." "Haha, ya namanya beasiswa kan, Nak. Saya nggak bisa lama-lama di sana. Itu juga mati-matian nuntasinnya, summer saja nggak libur." "Setelah lulus Ibu langsung gabung sama penelitian LIPI itu, ya?" "Oh nggak. Selepas lulus, saya langsung meneliti untuk S-3. Jadi, saya itu sampai S-3 kuliah terus tanpa putus. || Reaksiku: (takjub) (pasang muka kaget) wkwkwk...

Ke mana sosok yang dulu?

Hari ini aku baru tahu, perpus merupakan tempat yang pas untuk menangis, apalagi saat sedang sepi. Rak 400. Tempat favoritku seantero perpus karena di sini ada ratusan buku-buku linguistik yang tak henti membuat takjub. Iya, aku di sini sekarang. Memandangi jejeran buku warna-warni terbitan Badan Bahasa yang bercerita seputar struktur bahasa, tata bahasa, morfologi, dan sintaksis bahasa daerah di Indonesia. Aku masih ingat, dulu ada seorang gadis yang sering sekali mengunjungi rak ini lalu terperangah karena mendapati ada puluhan bahasa daerah yang baru ia dengar. Ot danum, Tetun, Lamandau, Ogan, Bosap, Semende, dan banyak lagi. Gadis itu aku. Aku juga masih ingat, dulu berangkat ke kampus UI dengan keyakinan penuh bahwa aku akan mendokumentasikan bahasa daerah di Indonesia seperti peneliti-peneliti asing yang kubaca di berita. Masih ingat, masih sekali. Aku pun masih ingat, ketika semester empat dulu pernah mengomentari dalam hati hasil dokumentasi bahasa peneliti kita dan ...

Terima kasih, lho, kalian!

Sebentar, mau baper dulu. Aku baru saja membaca lembar ucapan terima kasih seorang senior yang mengerjakan skripsi yang bertopik sama denganku. Banyak sekali pihak-pihak yang ia sebutkan telah membantu skripsinya. Aku lantas teringat kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung prosesku dalam mengerjakan skripsi ini. Dan aku rasanya...mau nangis. Skripsinya belum selesai, teman-teman, ayah-bunda, bapak-ibu. Masih banyak yang belum digarap sementara batas waktu pengumpulannya tinggal lima hari. Aaaaark, bismillah, bismillah. Bisa, insyaAllah. :') Aku nggak mau mengecewakan kalian. Ayah dan Bunda yang berharap aku lulus semester ini dengan predikat cumlaude. Memang, perjuanganku selama tujuh semester untuk menghasilkan nilai yang memuaskan itu karena kalian yang selalu menanyakan hasilku tiap akhir semester. Karena kalian yang perfeksionis itulah, haha. Sayang sekali kalau aku harus melanjutkan skripsi ke semester depan dan melepas predikat cumlaude yang selama in...

Hari dan Malam Ini

Hari ini ada yang sidang skripsi Hari ini ada yang meragu bahkan kehilangan semangat untuk menggarap skripsi Hari ini ada yang ulang tahun - Malam ini, ada kisah seru yang dituturkan Yang akhirnya membuat si peragu mendapatkan kembali keyakinannya Bahwa skripsi yang digarapnya pasti akan berjalan seru, penuh petualangan, dan lancar jaya - Hujan malam ini membuat sepatu, rok, dan bajuku basah. Dalam keadaan begitu, harus tetap berangkat ke suatu tempat demi menjemput buku. Ngobrol asyik sekali sampai lupa waktu. Tahu-tahu pukul sepuluh. Obrolan skripsi ini memberi banyak inspirasi. Sepulangnya dari sana, skoliosisku kambuh. Sakit, tetapi tidak boleh mengeluh. Bersusah-susah dahulu, bersenang-bersenang kemudian. Mari totalitas demi skripsi! Skoliosis, rukunlah denganku selama satu semester ini. Mohon kerja samanya. ^^ Nadia Almira Sagitta

Memikirkanmu, membuang waktuku

Bakal sibuk nggak terkira hingga Januari. Pikiran dan fisik lelah semua. Akan tetapi, kesibukan ini punya hikmah. Aku jadi lebih bisa membagi waktu, mengatur prioritas, belajar tanggung jawab, belajar memimpin, dan menjaga amanah. Iya, amanah itu tidak pernah pergi dari kita. Dia selalu punya cara untuk mendekati kita. Kukira, aku akan lepas dari amanah-amanah setelah melepaskan segala organisasi, tetapi nyatanya tidak. Maka berbahagialah diriku, kamu masih dipercaya orang-orang untuk memegang amanah. Alhamdulillah. Aku begitu sibuknya sampai-sampai kegiatan memikirkanmu saja kuanggap sia-sia. Ketika aku hendak memikirkanmu barang dua jam, kuingat betapa aku punya segudang kegiatan yang seharusnya bisa kuselesaikan dalam waktu dua jam. Memikirkanmu = membuang waktuku Ya, itulah dia hikmah lainnya. Pikiranku memang belum sepenuhnya lepas dari bayangmu, tetapi mau bagaimana pun aku harus terbiasa dengan keadaan ini. Terbiasa tanpa kau dan harus membiasakan diri tanpa kau. Kau ...

Bidang Linguistik

Language documentation is a part of linguistics fieldwork. There are so much things to do. Sebagai calon sarjana humaniora yang berkonsentrasi pada bidang linguistik, sudah semestinya kita terjun ke berbagai bidang. Kamu bisa masuk ke bidang komputasional linguistik dan mengembangkan program bahasa semacam Google Translate, bidang perencanaan bahasa untuk menentukan masa depan suatu bahasa, bidang neurolinguistik untuk membantu para dokter saraf dan pasiennya, bidang leksikografi untuk menyusun suatu kamus dengan baik (bikin kamus sekeren Oxford atau Collins Dictionary, tuuuh!), bidang forensik linguistik untuk membantu memecahkan kasus hukum dengan bukti-bukti kebahasaan, bidang geolinguistik--atau disebut juga dialektologi--untuk memetakan bahasa-bahasa di Indonesia (kita punya 706 bahasa!), bidang psikolinguistik untuk mengetahui fungsi otak manusia dalam pemerolehan bahasa kedua dan seterusnya. Linguistics is so much more than you can imagine. Masih banyak bidang linguistik yang...

Pendokumentasi Bahasa

Hari ini aku merasa sangaaaaaaat lega. Kenapa?  Kemarin aku berdiskusi dengan Ayahku menyoal kontribusi warga negara terhadap negaranya. Aku sempat khawatir dicap pembelot apabila bekerja pada lembaga asing. Diskusi kami bisa dilihat di sini. Berangkat dari setumpuk kekhawatiran, aku menelusuri kembali situs www.hrelp.org--suatu proyek pekerjaan impianku--dan mengaduk-aduk informasi program ELDP. Di situs tersebut, aku menemukan ini: "We provide grants for the linguistic documentation of endangered languages worldwide. Anybody with qualifications in linguistic language documentation can apply as we have no restrictions on the nationality of the applicant or on the location of the host institution."

Esai

Hari ini ditanya kawan perihal cara menulis esai. Woalah, sudah kesekian kali aku ditanya seperti ini. Mauku bungkam karena aku sendiri tak bisa menulis esai, tetapi tentu tak boleh seperti itu. Aku mahasiswi sastra Indonesia, setidakcintanya* aku pada dunia sastra, aku diharapkan mempunyai pengetahuan mumpuni untuk itu. Aku calon sarjana: linguistik, sastra modern, dan sastra klasik Indonesia. Mesti bisa semuanyaaaaaaa. Akhirnya, kuberikan ilmu yang kupunya tentang penulisan esai. Aku ikut membaca tulisan dia dan mengoreksi kesalahan penulisan serta cacat logika dalam tulisannya. Terlepas dari sempurna atau tidaknya koreksianku, aku senang. Aku senang dihubungi teman-teman semasa sekolah. Aku senang menjadi rujukan mereka tentang hal-hal berbau sastra dan bahasa. Semoga terus begini. Semoga dengan ini mereka sadar, jurusan sastra itu banyak pula kontribusinya pada negara. ♡ Salam, Nadia Almira Sagitta (*) aku suka sastra, tetapi sebagai penikmat, bukan pemecah rahasianya...

SKS dan Belajar Mandiri

Bom dia!(*) Kembali lagi dengan Nadia di sini, yeah semoga tidak bosan, ya. Kali ini, aku mau membahas SKS (Satuan Kredit Semester). Hm, aku tidak akan membahas SKS secara mendalam, tetapi hanya mengingatkan kembali pengertian dari SKS. Ketika kita mengambil suatu mata kuliah, akan ada keterangan mengenai SKS matkul tersebut. Bisa 1 SKS, 3 SKS, atau bahkan 6 SKS. SKS ini berhubungan erat dengan lama perkuliahan dalam seminggu dan bobot nilai dalam IP/IPK-mu nantinya. Sudah jelas kalau kamu mesti memberikan upaya terbaikmu pada matkul dengan SKS berjumlah besar. Kalau nilai matkul itu jeblok maka tamatlah riwayatmu. :p 1 SKS biasanya berkisar 50 menit dalam seminggu. 50 menit belajar di kelas, 50 menit mengerjakan tugas, 50 menit belajar mandiri di rumah. Sip, masuk ke contoh kasus saja, ya. Aku mengambil contoh dari matkul Pengantar Linguistik Umum. PLU - 3 SKS 3 x 50 menit (2,5 jam) belajar di kelas 3 x 50 menit (2,5 jam) mengerjakan tugas 3 x 50 menit (2,5 jam) belaj...

Mengejar mimpi hingga ke SOAS

Salah nggak kalau sehari lalu aku sibuk mantengin situs SOAS, channel Youtube SOAS, dan forum-forum yang berkaitan dengan SOAS? :) SOAS menjadi mimpiku sekarang, bukan lagi Oxbridge. Bukannya aku khawatir tidak diterima oleh Oxbridge, melainkan jurusan pilihanku hanya ditawarkan SOAS dan Univ. Manoa. Language Documentation and Description sangat sesuai dengan cita-citaku sebagai peneliti bahasa. Cita-cita yang muncul karena membaca berita di Antaranews mengenai bahasa-bahasa daerah  yang nyaris punah. Cita-cita yang berkembang setelah mengikuti kuliah online tentang endangered language di Australia. Cita-cita yang mengantarku ke gerbang sastra Indonesia. ♡ Tak banyak yang mengenal SOAS, coba saja kamu tanyakan pada kawan-kawanmu mengenainya. SOAS memang tak sebesar dan tak seprestise Oxbridge, tetapi ia termasuk jajaran kampus terbaik Inggris. Menjadi bagian dari University of London, SOAS adalah kampus yang sangat layak untuk dipertimbangkan. Kalau mau menyebut-nyebut ranking...

Diskusi melahirkan ide skripsi

Ternyata, aku hanya butuh diskusi. Hari ini aku bercerita dengan seorang dosen. Eh, tiba-tiba saja aku mengutarakan topik skripsi yang berniat kukubur dalam-dalam. Mengapa dikubur? Soalnya, aku merasa topik tersebut tidak ada kontribusinya sama sekali dan terkesan sebagai topik asal jadi demi memenuhi tuntutan skripsi. Yoman, aku nggak mau, dong! Lantas, dosen tersebut memberiku ide, "Bagaimana kalau kamu meneliti perkembangan kosakatanya saja, Nad? Coba cek KBBI 1--4, KUBI kalau perlu." Huwaaaaaw, keren juga ya, Bu! Yap, yap, segera kulaksanakan! Ini topik kesekian yang kudapat dari dosen. Sebelumnya, aku juga mendapat wawasan dan tawaran untuk mengerjakan beberapa topik dari dosen lain. Semuanya masih perlu pertimbangan, sih. Nah, untuk mengisi waktu, bisa tuh kukerjakan satu per satu. Toh, rata-rata korpusnya kamus. Bismillah, hap hap hap semangat! Senang, ya, berdiskusi dengan dosen! :) Teman-teman, walaupun sekarang aku sedang mencicil topik yang berkenaan dengan ka...

Pulang ke Amerika

Malam ini aku mimpi pulang ke Amerika. Aku memutuskan pulang di tengah tumpukan tugas. Di tengah batuk dan flu yang mendera beberapa hari ini. Di tengah kurs dolar yang lagi gila-gilaan. Tapi hanya seminggu. Ketika aku bangun barusan, aku sadar aku begitu egois. Egois dengan teman-teman kelompok yang kutinggalkan Egois dengan ayah dan bunda yang membiayai tiket pulang dan pergiku Egois demi kebahagiaan sendiri. Tahukah kau biaya sekali perjalanan ke New York? 1300 USD sekali perjalanan, itu kalau naik Singapore Airlines. 1300 USD x Rp14.000,00? Rp18.000.000,00. Gimana kalau PP? Hitung sendiri. Ya pantas saja kubilang egois, kan. Menghabiskan puluhan juta cuma untuk pulang seminggu. Mending kalau sebulan. Nah, kini kau tahu kenapa aku nggak pernah pulang lagi ke NY selama liburan. Kini kau juga tahu mengapa beberapa teman kuliahmu memilih mendekam di perantauan dibanding pulang ke kampung. Nggak mungkin pulang jika hanya merepotkan orang tua dan melepas rindu saja....

Kuliah: minggu pertama

Minggu pertama kuliah.  Hari Senin ada kuliah Pengajaran Bahasa dan kuliah Dialektologi. Dapat satu tugas. Dapat amanah menjadi ketua kelas yang mana akan bertanggung jawab terhadap fotokopian bacaan kuliah, yang akan dihubungi dosen, dan segala macam. Sudah biasa. Senin sore aku langsung memfotokopikan buku dialek. Hari Selasa menuju perpustakaan demi mencari buku pengajaran bahasa dan tambahan buku dialektologi. Sorenya kembali lagi ke fotokopian. Hari Rabu kuliah Kapseling. Didongengkan hasil-hasil riset secara menyenangkan. Dapat tugas kelompok. Rabu siang bertemu dosen untuk menemani teman berkonsultasi. Pada ujungnya, aku juga ikut berkonsultasi. Rabu sore menuju perpus untuk mencari buku bacaan untuk tugas Kapsel. Setelah itu, nongkrong di iMac dan mengunduh video-video The Ling Space. Hari Kamis tepar di kosan karena kelelahan. Hari Jumat semestinya menjadi hari jalan-jalanku dengan seorang kawan dan menghadiri seminar GUIM. Kawanku tak enak hati mengajakku berja...

Kamu sibuk apa sekarang?

"Kamu ambil berapa SKS semester ini?" "Sembilan." "Oh, berarti kamu skripsi, ya?" "Nggak, sih. Semester depan, insyaaAllah." "Jadi kamu nyambi (kerja)?" "Hehe, nggak juga. Benar-benar kuliah aja." "Oalah. Kenapa nggak belanja SKS aja?" "Udah puas belanja empat semester kemarin. Hehe. Ini mau coba nyicil skripsi. Doakan, ya." "Iya. Semangat, ya!" Jadi kamu sibuk apa, dong? Aduh, pertanyaan satu ini menohok sekali. Iya, aku memang nggak kerja, nggak magang, nggak ngajar, nggak skripsi, nggak berorganisasi, dan hanya berkuliah dua hari dalam seminggu. Selain itu, aku hanya mengikuti satu komunitas, yakni Faktabahasa Depok, tiap hari Minggu. Terlihat gabut, ya, bagimu? Mungkin iya. Akan tetapi, aku juga punya target semester ini. Aku mau menyeriusi bahasa-bahasa yang sempat kupelajari, khususnya bahasa Italia. Aku mau rajin dan tekun belajar untuk tiga mata kuliah semester ini. Pokoknya...

Emoskrip

Emosi sedang terguncang. Sedikit-sedikit mau nangis. Gegara skripsi. Kena migraine, nangis Padahal kena migraine gegara nangis juga Kena mag juga mau nangis Apalagi ditambah kehujanan di tengah jalan Rasanya, tuh, mau bersimpuh dibasahi air hujan dan teriak, "Kenapa, ya Allah?" (oke dramatis, abaikan) Entahlah. Pulang-pulang dari kampus bukannya mendapat pencerahan, malah bertambah pusing. Semangat dari teman-teman dan dosen malah membuat migraineku menjadi-jadi.   Ini hanya masalah tiga setengah atau empat tahun. "Bagaimana skripsimu?" "Entahlah, aku berpikir untuk empat tahun." "Loh, kenapa? Yah, Nadia aja mundur...gimana aku. Jadi takut." "Jangan. Topik kamu sudah tetap, kan? Aku yang belum." Ah, tidak bisakah kalimat "Nad saja begini..." itu ditanggalkan? Itu malah membuat aku makin berat. Apabila kau dianggap jago oleh kawan-kawanmu, kau tentu tahu bebannya seperti apa. Masa, sih, seorang dia tidak bisa...

Bad Mood

Okay. Baru bangun. Aaaaaaark, tiga puluh lima menit ĺagi untuk sahur! Masih stuck di rumah makan. Ramai...banget. I'm not in a good mood today . Ada nilai not published di SIAK-NG. Mulanya aku santai-santai saja dan optimis nilai A- di tangan. Toh, UTS-ku kemarin lumayan. Jeng jeng, aku iseng membuka detail matkul not published itu. Hasilnya... 79.2 Like...SERIOUSLY? Man, tinggal 0.8 lagi aku nyentuh posisi A-! Apa yang kulakukan hingga nilai UAS tidak sesuai harapan? Dan lagi, ada apa dengan nilai tugas? WHYYYYY? Nilainya memang belum keluar, tetapi kalau perhitunganku benar... oh my , rusak. Dua matkul sebelumnya telanjur melambungkan hatiku dan yang ini menyusutkannya. Masalahnya, aku tak yakin dengan nilai-nilai lain. Matkul sisanya killer semua. Please , ini huruf terakhir yang mewarnai SIAK-ku. IP dan IPK jangan turun, kumohon... Sigh, Nadia Almira Sagitta

Ujian terakhir

So, hari ini ujian terakhirku. Menulis makalah mengenai perkembangan bahasa Indonesia dalam surat-surat yang ditulis sebelum tahun 1972 (peresmian Ejaan Yang Disempurnakan). Semalam aku ketiduran dan tidak sempat mengerjakan tugas. Pas bangun, tahu-tahu sudah pukul 09.30. (ketawa miris) Panik abis karena kerangka makalah masih berada dalam pikiran dan belum diejawantahkan dalam tulisan. O em jiiii. Singkat cerita, makalah itu selesai juga pukul 15.40. Tenggat pengumpulannya pukul 16.00. Same as yesterday , aku lari-lari cari ojek dan lari-lari lagi ke tempat fotokopian untuk mencetak tugas. Di tengah-tengah proses nge- print , temanku bilang ujiannya sudah diambil. Demi apa... dosenku ini killer abis, kalau benar sudah diambil maka tamatlah riwayatku. Bayang-bayang mesti ngulang tahun depan nyaris buat aku nangis. Aku segera mengirim SMS ke beliau menanyakan perihal makalah dan meminta maaf karena aku terlambat. Beliau balas, "Belum saya ambil." What a relief ! Alhamdulilla...

Semester enam

Tak terasa semester enam 'kan berakhir Jumat ini. Lantas, kita kembali ke perantauan masing-masing bersama sejumlah rencana yang akan dijalankan selama liburan. Ada yang sibuk bekerja, ada yang sibuk menjadi panitia, ada yang sibuk memikirkan topik skripsi, ada yang sibuk jalan-jalan, ada yang sibuk mengurusi keluarga di rumah, dan lain-lain. Kemudian semester tujuh datang menyapa kita. Ia menawarkan tiga pilihan: filologi, sastra, dan linguistik. Pilihan-pilihan itu kemudian memisahkan kita menjadi tiga blok. Mulailah kita berjuang sendiri-sendiri. Menjalani rencana hidup yang telah disusun matang. Mungkin akan ada yang sibuk skripsi. Mungkin akan ada yang sibuk mengejar ketertinggalan di semester lalu. Mungkin juga akan ada yang mengambil cuti demi menjalani cita-cita yang sempat terbengkalai. Intensitas perjumpaan kita tak lagi sama Jadwal kuliah kita berbeda Kesibukan kita berbeda Tiga tahun kebersamaan berlalu secepat kilat Pada titik inilah baru aku tersadar Terny...

Tokoh Utama

Assalamualaikum, Maaf kamu lama kutelantarkan. Akhir-akhir ini aku sedang disibukkan dengan perkuliahan dan kepanitiaan. Sekali-kalinya menulis, malah lari ke Tumblr. Hm, where should I start? Tahukah kamu bahwa kamu menjadi tokoh utama dalam cerpen yang kukarang baru-baru ini? Mata kuliah Penulisan Kreatif 'memaksa' kami mengarang sesuatu. Tema yang kupilih tak jauh-jauh dari cinta dan dari kamu. Aku tahu, tema ini dangkal sekali. Seharusnya aku malu karena tidak juga lepas dari tema berbau remaja seperti itu. Sayangnya, itulah satu-satunya media yang memfasilitasi luahan perasaanku. Suratku ini takkan sampai padamu, tetapi pena dan kertas telah menjadi saksi bagaimana suatu perasaan dilukiskan dalam kata-kata. Tetaplah menjadi tokoh dalam cerita hidupku. Saat ini, besok, dan selamanya. Semoga kaulah jodoh yang dititipkan Allah padaku. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

Secuplik informasi mengenai mata kuliah

Bismillaahirrahmaanirahiim. Hari ini saya membaca tulisan lama mengenai cita-cita dan usaha saya memasuki Program Studi Indonesia. Cerita bisa dilihat di sini . Setahun sudah berlalu, tanggal 2 September 2013 nanti saya akan menginjak semester tiga. Aih, begitu cepatnya waktu berlalu dan saya tidak menyadarinya! >,< Dua semester lalu kamu sudah ngapain saja? Baik-baikkah kuliahnya? Bagaimana hasilnya? Alhamdulillah , cukup memuaskan. d(^-^)b Banyak ilmu yang saya dapatkan. (Kyaaa, semoga ilmunya tetap membekas di memori!) Oh iya, mungkin ada pembaca yang penasaran dengan mata kuliah yang saya pelajari di sini. Berikut rinciannya. Semester satu: -Pengantar Linguistik Umum -Ikhtisar Tata Bahasa Arab -Pengantar Kesusastraan Indonesia -Kemahiran Berbahasa Indonesia I -Pengantar Sastra Klasik Semester dua: -Fonologi -Kemahiran Berbahasa Indonesia II -Pengkajian Prosa Indonesia Semester tiga: -Kemahiran Membaca Naskah Klasik -Morfologi Bahasa Indonesia -Pengkajia...