sumber gambar Ia menekurkan kepala di meja rias. Menatap botol-botol dan tube kecantikan di depan kaca. Terdengar dengkur lemah suaminya, sedang pikirannya tertuju pada percakapan empat hari lalu. Sepupu terkecilnya tiba-tiba bertanya, "Mbak, Mbak kapan punya dedek?" "Eh, hehe, iya belum, sayang." "Punya dong, Mbak, biar Gina punya teman main." Ah, anak kecil. Pertanyaan polosnya tak sengaja menyilet hati rapuhnya. "Kalian nggak program aja?" timbrung ibunya Gina. "Nggak, nih, Tante. Hehe. Siklusku juga masih kacau." "Sudah cek ke dokter kandungan? Tante ada rekomendasi, nih." "Boleh, Tan. Aku catat, ya." Jemari lentiknya mencatat nama dokter beserta tempat praktik, meskipun ia tahu informasi tersebut hanya akan teronggok di meja. Bukan. Bukannya ia tak ada usaha. Diagnosis PCOS yang ia terima beberapa bulan lalu juga telah ia konsultasikan kepada ginekolog dekat rumah agar mendapatkan penanganan. Tetapi...