Skip to main content

Posts

Showing posts with the label pernikahan

Meja Rias

sumber gambar Ia menekurkan kepala di meja rias. Menatap botol-botol dan tube kecantikan di depan kaca. Terdengar dengkur lemah suaminya, sedang pikirannya tertuju pada percakapan empat hari lalu. Sepupu terkecilnya tiba-tiba bertanya, "Mbak, Mbak kapan punya dedek?" "Eh, hehe, iya belum, sayang." "Punya dong, Mbak, biar Gina punya teman main." Ah, anak kecil. Pertanyaan polosnya tak sengaja menyilet hati rapuhnya. "Kalian nggak program aja?" timbrung ibunya Gina. "Nggak, nih, Tante. Hehe. Siklusku juga masih kacau." "Sudah cek ke dokter kandungan? Tante ada rekomendasi, nih." "Boleh, Tan. Aku catat, ya." Jemari lentiknya mencatat nama dokter beserta tempat praktik, meskipun ia tahu informasi tersebut hanya akan teronggok di meja. Bukan. Bukannya ia tak ada usaha. Diagnosis PCOS yang ia terima beberapa bulan lalu juga telah ia konsultasikan kepada ginekolog dekat rumah agar mendapatkan penanganan. Tetapi...

Sianida?

Sianida. Mahasiswa-mahasiswi semester akhir pasti tak asing lagi dengan akronim ini. Sianida stands for siap nikah setelah wisuda. Hahaha, lucu ya? Beberapa kawanku memprotes tulisan-tulisanku di blog dan Facebook akhir-akhir ini. Kata mereka, "Kok selepas sidang, postingan Nanad berputar di masalah jodoh melulu?" Aku juga tidak tahu pasti mengapa aku menulis soal itu. Barangkali karena atmosfer dunia di luar kampus mulai merasukiku. Aku harus memikirkan rencana selepas kuliah berikut cara menggapainya. Menikah tentu masuk dalam daftar walaupun waktunya masih nanti-nanti. Setidaknya, itu topik yang wajar bagi anak muda sepantaranku. Beberapa teman mulai menyebar undangan, yang punya pacar tinggal ngumpulin duit sambil mematangkan persiapan, yang memilih taarufan santai menunggu CV berdatangan, yang sudah nikah tentu sibuk menikmati hidup baru bersama pasangan. Yuhu, aku nggak galau! Tapi... tapi apa? Yaaaa, jadi tersentak saja, persiapan apa yang sudah kulakukan? Ngngng... (...

Nanti, setiap hari

Malam ini tidak bisa tidur. Padahal, hal yang menjadi buah pikiran sangatlah sederhana, hanya sebuah kejadian yang masih di angan. Jika tiap pagi sarapanmu kusiapkan, kau mau? Tidak hanya sesederhana ini, nanti. Tidak hanya sesekali, nanti. Setiap hari, di dapur yang sama, di meja yang sama ada kita berdua. Mungkin sesekali kita makan di luar, candle light dinner restoran atau menikmati angin sepoi-sepoi di bangku taman bersama dua kotak takeaway makanan. Mungkin juga nanti tak hanya berdua, tetapi bertiga atau bahkan berempat. Katanya, makan bersama itu elemen penting dalam sebuah keluarga. Kita tidak pernah lupa meluangkan waktu untuk itu. Kau dan aku paling anti lembur di kantor agar bisa makan bersama dan bertukar cerita atau berbagi keheningan. Tak jarang kita menikmati makanan di piring masing-masing sedang sunyi menyelimuti. Kau dan aku hanya perlu memastikan ada di sisi satu sama lain. Ada duduk di sana, dapat diperhatikan dengan kedua bola mata, dapat dirasakan hadirnya deng...

Genap

sumber gambar Judul:  Genap Penulis: Nazrul Anwar Penerbit: Adnara Self Publishing Jumlah halaman: 166 Genap  membuat hari ini menjadi hari terbaper se-Indonesia! Eh, setidaknya bagiku. Ada wajahmu di setiap bab yang kubaca. Jangan tanyakan aku kenapa, kamu hadir begitu saja...di alam khayalku. Genap  mengajariku untuk mengikhlaskan, yang pada akhirnya kujadikan trik untuk merelakan kamu. Namun, pada kenyataannya, kamu selalu saja ada di pikiranku. Ah, sepertinya aku tak bisa memaksa diri untuk melupakan kamu. Nanti juga lupa kalau sudah terbiasa. Kemarin, aku ingin melupakan kamu dengan alasan ketidakcocokan. Ternyata, pendapatku dibantai habis oleh buku ini. Sia-sia mencari pasangan yang benar-benar cocok karena dia tak akan pernah ada. Kecocokan itu diusahakan, lagipula kecocokan sebelum menikah akan berbeda setelahnya. Manusia ada lebih kurangnya, kita haruslah melapangkan hati untuk ruang penerimaan. Ih,  Genap,  gemas sekali rasany...

Favorite wedding song ever!

Take My Hand is my favorite wedding song ever! I also enjoy the music video. Yes, it's full of kisses, wedding dresses, cakes, smiles, and love. https://youtu.be/PeWXdkEUPbo I want us holding hands together I want you to kiss me in my forehead and my cheeks (lips of course, don't have to mention it, hahaha) I want to look into your beautiful eyes I want to see your gorgeous smile I want us to dress up like a king and queen for a day, and I want you standing next to me on my wedding day Too good to be true I want to spend my life with you -Emily hackett Aku mau, aku mauuuuu! (/v\) Big luv, Nadia Almira Sagitta

Take My Hand

Forever seems like a long time But nothing seems like a long time When I’m with you I feel like I’m walking on waters Since the day that I asked your father To let go of his daughter Give me your blessing, sir I’ll give her all that I’ve got It doesn’t looks like much But it sure feels like a lot Let her take my heart and take my hand Take my heart and take my hand Take my heart and take my hand again and again Right where we stand I’ve never really know what love is But whatever it is I feel it in your kiss You waltzed in like somebody planned it all I feel right where I belong My knees are weak My heart is strong So gimme your word and i'll give you all I’ve got No we don’t have much But it sure feels like a lot So take my heart and take my hand Take my heart and take my hand Take my heart and take my hand again and again Right where we stand Take my heart and take my hand I’ll be your lover and I...

Film What To Expect When You're Expecting

Baru saja aku selesai menonton film What To Expect When You're Expecting . Film ini menceritakan kisah lima pasangan, yaitu 1. Wendy dan Gary, 2. Jules dan Evan, 3. Rosie dan Marco, 4. Skyler dan Ramsey, dan 5. Holly dan Alex. Mereka memiliki kisah kehamilan yang berbeda-beda. Ada suami yang tidak siap menjadi ayah, ada yang keguguran, ada yang harus dioperasi caesar kendati ia sangat menginginkan kelahiran normal, ada yang mengalami proses kehamilan dan melahirkan yang super-duper nyaman, ada pasangan yang mandul, ada yang sering berselisih paham karena keduanya jarang menghabiskan waktu berdua, dan lain-lain.    Aku tidak bermaksud menuliskan ringkasan filmnya (karena kepanjangan!), aku hanya mau membeberkan beberapa hal yang ngena banget. Aku nangis, lho, saat ada yang keguguran dan mandul. Sumpah, pasti sedih banget rasanya kehilangan anak yang sangat dinanti-nantikan. Bahkan ada dialog si istri menyalahkan dirinya sendiri, "I'm the one who can't do the on...

Wara-wiri persiapan

Tadi aku bercerita dengan sahabatku. Ia menceritakan proses-menuju-nikahnya yang lagi-lagi terhambat. Niat sucinya baru dapat terwujud selepas lulus, insyaaAllah. Padahal proses mereka sudah dimulai sejak lama dan ingin mereka akhiri dengan bahagia dan segera. Kau tentu dapat membayangkan betapa menyedihkannya berita ini.  Ternyata, proses-menuju-nikah itu tidaklah mudah. Pertama, mesti wara-wiri mencari sosok si dia, kedua wara-wiri lagi memperoleh restu orangtua, ketiga sibuk sana-sini mempersiapkan segala detail acara resepsi, keempat...menghadapi pernikahan itu sendiri. I got an advice from my bestie , "Selalu pikirkan kemungkinan terburuk. Bahagia itu pasti, tetapi apakah kita siap menghadapi kemungkinan terburuk itu? Marriage isn't all about happiness, baby ." I'm still on the stage one . Haha, itu juga belum nemu. Eh, belum mau nemu, sih, maksudnya. Ng, maksudku pengin nemu sekarang, tetapi nggak pengin ngejalanin sekarang. Eh, apa sih! Nggak jelas banget. H...

Menjadi Hebat

"Bersama laki-laki yang hebat, selalu ada perempuan luar biasa. Mereka tumbuh bersama dan saling memberi makna." (Fahd Pahdepie) Ya. Aku tidak ingin menjadi perempuan hebat di balik layar. Di balikmu. Aku sungguh ingin menjadi hebat bersamamu. Aku menghebatkanmu, kau menghebatkanku. Mari menjadi pasangan yang hebat dan luar biasa! Bersama kita bisa, bukan? :) Cheers, Nadia Almira Sagitta

Usia Wajar

"Nadia sudah punya pacar?" tanya nenekku suatu hari. "Hah? Belum. Nadia nggak pacaran, Nek." "Bolehlah kenal-kenalan dari sekarang. Macam mana kalau langsung nikah, kan?" "Hehehe..." aku tertawa saja, bingung menjelaskan konsep taaruf padanya. "Asal agamanya bagus dan dia perhatian. Penting itu." "Iya, Nek." "Kalau yang disuka ada?" "Ya ada, Nek. Tapi, ya, teman biasa." "Iya, tidak apa. Asal sama-sama suka." Haha. Sama-sama suka? Entahlah kalau urusan satu itu. "Masih lama, Nek. Seperti ini aja dulu. Lagian Nadia mesti S-2 dulu, kan." Tetiba nenekku bercerita perihal upaya omku mendekati tanteku. Omku rupanya gigih sekali mengejar tanteku dengan berkunjung ke rumah. "Ommu itu dulu serius benar sama tantemu," katanya. Wkwkw, semua juga mau diberi keseriusan, batinku. Masih umur 20 sudah ditanya hal-hal seperti ini. Belum lebaran pula. Bagaimana nanti pas hari raya y...

Catatan Harian Pengantin

Unfollow aja apa, ya? Haha. T.T Sudah, sudah. Mendingan juga lihat foto di bawah ini. Kyaaa, Mbak Fitri Aulia tidak pernah gagal membuatku terkagum-kagum dengan hasil rancangannya! Jago, jagooo. ♡ Nah itu, muslimah berprestasi Kamu juga kan, Nad? :) Anyway , jadi mikirin pernikahan. Eh salah, pesta pernikahan. Iya, aku mau pesta doang. Mau banget jadi ratu sehari Cantik Pakai gaun Duduk di singgasana Semua mata tertuju padaku #ahelah Emangnya iklan? Tapi malu banget nggak sih kalau cantik-cantik gitu terus banyak yang ngelihatin? Suka, deh, sama konsep pernikahan syar'i yang tamu pria dan wanitanya dipisah. Pernah, tuh, aku datang ke pesta pernikahan yang seperti itu. Pesta nikahan sepupu jauh. Dekorasi gedungnya cantik aneeet, apalagi dianya. Dia yang selama ini pakai kerudung sampai paha dan satu set gamis kali itu pakai kerudung panjang yang disampirkan ke belakang. Ala-ala Barat gitu deh, tetapi nggak sampai menyentuh lantai. Pakai make up juga. Manis bangetl...

Percakapan (calon) ibu

"Bunda Dey masih di kampus? Bunda Nad udah tidur cantik di kosan?" "Jangan panggil Bunda dong, cuy, pan belum punya anak. Hmm... kebayang ga sih beberapa tahun lagi kita tetap ngobrol seperti ini dengan kondisi sudah berkeluarga?" "Gue baru abis jemput anak nih, Bun. Suami lagi repot." "Besok pengajian di tempat siapa? Mesti anterin anak dulu, nih." "Pengajian giliran di daerah Bunda Ismi, nih. Anak titipin bentar ke mama." "Habis nyiapin bekal anak sekolah, nih." "Anak kalian udah kelas berapa? Nanti kalau udah gede kita jodohin, yuk!" Et cetera. Lutju dan menggemaskan sekali topiknya. Ya Allah, semoga kami tetap dapat bersahabat hingga ke surga. ♡ Topiknya bikin baper, omong-omong.

Pernikahan

Hari ini bercerita soal pernikahan dengan teman yang sudah menikah dengan yang sedang berproses. Mendengar curhatan mereka, saya jadi takut menikah. Apa rasanya harus menaati orang yang benar-benar baru di kehidupanmu sementara kau sendiri tidak suka diperintah-perintah? Apa rasanya dibebankan tanggung jawab luar biasa? Kamu harus mengatur rumah, memasak, dan menyenangkan hatinya. Apa rasanya harus meredam ego dan menjaga perasaan seseorang setiap hari? Apa rasanya berkompromi dengan mimpi yang selama ini kau junjung tinggi mengingat kini yang hidup adalah mimpi bersama? Sumpah, saya ketakutan. Hahahahaha. Belum ada kesiapan. Saya belum siap bila mengalami pertengkaran-pertengkaran saat menikah. Mana saya baperan, kan, anaknya. Salah-salah minta cerai. (Hwaaa, jangan, Nad!) Soalnya, dalam bayanganku, menikah itu bahagia. Itu gambaran yang saya dapatkan dari beberapa orang: dari Fahd Pahdepie, dari anak-anak Peduli Jilbab, dsb. Akan tetapi, setelah bercerita dengan mereka, barulah...