Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Islam

Kerudung sederhana

Beberapa tahun silam di atas angkot, aku melihat seorang muslimah berkerudung merah panjang dengan bordir bunga dari balik jendela. Aku tidak kenal, tetapi entah mengapa hati seketika damai melihat sosoknya. Saat itu, aku belum mengenakan kerudung secara permanen. Masih sebatas kerudung cokelat pramuka yang terburu dilepas ketika bel sekolah berbunyi. Entah apa pula yang menggerakkan langkahku menuju satu toko kerudung jilbab syar'i di Jln. Abd. Dg. Sirua. Berbekal uang yang ditabung sebelumnya, aku membawa pulang kerudung hitam dan putih susu.  Bahan kerudungnya lebih tebal dan panas daripada kain wolfis yang kita kenal sekarang. Ketika itu, yang terlintas di pikiranku hanya, "Aku mau pakai kerudung tebal seperti murabbiyahku." Murabbiyah adalah pionir tergeraknya hatiku mengenakan kerudung. Ia tidak pernah menyuruh, tetapi senantiasa mencontohkan hal-hal baik padaku. Salah satunya, aku kagum ketika melihat ia berwudu dengan menghemat penggunaan air keran.  D...

Rambut dalam aturan Islam

Assalamualaikum! Good morning, sunshine! Mau merangkum inti hadis tentang rambut. ♡ *Rambut yang tidak boleh dicukur atau dihilangkan 1. Rambut kepala. Wanita boleh memotong/memendekkannya asal tidak menyerupai laki-laki, tetapi lebih dianjurkan untuk memanjangkannya. Wanita sama sekali tidak diperbolehkan untuk mencukur gundul kecuali alasan kesehatan (kanker, dll.) 2. Alis. Rasulullah melaknat wanita yang meminta mencukur alis dan orang yang mencukurkan alis. Haram hukumnya. Jadi, ingat selalu untuk menolak tawaran mencukur alis dari perias nikahanmu nanti. *Rambut yang harus dicukur atau dihilangkan 1. Rambut ketiak 2. Rambut kemaluan *Rambut yang boleh dicukur atau boleh dibiarkan Bulu halus di atas bibir (kumis), wajah, lengan, kaki, perut, anywhere besides hair that already mentioned above. Ini berarti wanita boleh waxing! Yeaaaaaaaaaay, finally! Hehe, awalnya aku kira menghilangkan bulu halus itu termasuk mengubah ciptaan Allah, ternyata tidak. Jika ini dilak...

Syarh Hadis Arba'in An-Nawawi: 11

"Abu Muhammad al-Hasan bin Ali bin Abu Thalib ra. cucu kesayangan Rasulullah SAW berkata, 'Aku hafal sabda Rasulullah SAW, "Tinggalkan perkara yang meragukanmu dan kerjakan perkara yang tidak meragukanmu.'" (HR Tirmidzi dan Nasa'i, Tirmidzi berkata: “Hadis ini hasan shahih”) Sebelum membahas kandungan hadis, baiknya kita mengenal terlebih dahulu sosok Abu Muhammad Al Hasan bin Abi Thalib. Beliau adalah cucu Rasulullah, anak dari Ali bin Abi Thalib, dan saudara Al Husain. Beliau memiliki nama kunyah (nama yang diawali dengan abu/ummu) Abu Muhammad, sementara saudaranya, Al Husain, memiliki nama kunyah Abu Abdillah. Beliau lahir pada 3 H, sementara Al Husain lahir pada 4 H. Ketika Al Hasan lahir, sang ayah ingin memberinya nama Harb 'perang', namun Rasulullah menggantinya menjadi Al Hasan. Ketika Al Husein lahir, Ali bin Abi Thalib kembali menamainya Harb, tetapi Rasulullah segera menggantinya. Hal yang sama juga terjadi pada Muhsin, anak ketiga ...

Kajian Syarah An-Nawawi

Pagi ini aku ada jadwal kajian di MUI. Itulah mengapa pukul 08.30 aku sudah mandi dan bersiap-siap pergi (padahal sedang libur!) Forum Kajian Islam Universitas Indonesia (FKI UI) mengadakan kajian selama 20 hari pertama Ramadan tiap hari Senin, Rabu, dan Kamis yang akan membahas Syarah Arbain Nawawi. Kajian ini diadakan di selasar selatan Masjid UI (MUI), hehe kalau kamu mau mampir silakan saja datang ke selasar selatan, cari hijab kain biru, ya! :) Hadis arbain yang dikumpulkan oleh Imam An-Nawawi termasuk hadis sahih--yang juga diambil dari HR Bukhari Muslim--dan mencakup hal-hal penting. HR Bukhari Muslim mah kitab hadis yang penting banget, ya. Sebelum adanya HR Bukhari Muslim ini, Imam Syafi'i pernah bilang, "Kitab paling sahih setelah Alquran itu adalah kitab Al Muwatta' karangan Imam Malik." Hari ini fokus membahas hadis pertama yang berbunyi, "Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khattab ra. berkata, 'Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, '...

Cerita Hijrah

Hari ini ketemu seorang ummu dan anak balitanya. Ummunya bercadar dan anaknya berkerudung plus cadar yang digantungkan di lehernya. MasyaaAllah, imut sekali. :D Hari ini aku kilas balik ke empat tahun lalu ketika aku iseng-iseng mencoba berjilbab. Aku ingat sekali ada panggilan hati untuk berjilbab, tetapi aku masih ragu. Jadilah suatu hari aku berjalan-jalan dengan membawa kerudung dan jaket di tasku. Sesampaiku di musala, kukenakan kerudung dan jaket tersebut. Voila, jadi muslimah berjilbab! Aku keluar dengan hati-hati dan sedikit malu. Aku bersalah nggak, ya, iseng berjilbab padahal hati belum mantap? Ah, tetapi aku penasaran! Semoga aku nggak dianggap orang-orang yang mempermainkan syariat, begitu pikirku. Hari itu aku jalan-jalan ke mal sendirian dengan jilbabku itu. Panas matahari sangat menyengat, tetapi entah mengapa aku merasa adem-ayem saja. MasyaaAllah. Itukah rasanya? Nyaman sekali. Merasa dipayungi malaikat, kalau aku boleh lebay. Sepulangnya dari berjalan-jalan, ...

Kesempatan Kedua

Allah tidak pernah putus asa akan hamba-Nya. Allah juga tidak pernah menghakimi, "Kau melakukan kesalahan yang berat, mana pantas dipercaya lagi!" Tidak, tuh. Allah percaya semua hamba-Nya layak diberikan kesempatan kedua, ketiga, dan seterusnya. Asal ada keinginan untuk bertobat. Lantas siapa kamu yang begitu sombongnya membenci seseorang karena kesalahan masa lalu? Masa depan siapa yang tahu? Everyone deserves another chance. Salam, Nadia Almira Sagitta

Titik Balik

Allah, aku rindu. Maafkan aku yang setahun belakangan benar-benar jauh dari Engkau. Maafkan aku yang menjauh dari diriku yang semula; diri yang sudah hijrah dan sedang giat-giatnya mencerap ilmu. Aku tahu ada beberapa teman yang menatapku miris dan mungkin kehilangan aku yang dulu. Yap, sedrastis itu perubahannya, Engkau lebih tahu. Aku ingin balik lagi seperti dulu, semoga Engkau tidak mengenal kata terlambat. Bismillah. New year, new me. New year, new you. Salam, Nadia Almira Sagitta

Ingat Aku

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ "Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku." (Albaqarah: 152) Tidakkah indah diingat oleh Sang Pencipta? Ketika ingat Dia, Dia mengingat kita. Pasti. Belum tentu hal yang sama terjadi saat kita merindukan seseorang. Kita ingat dia, eh dianya... Bulan ini Ramadan bertepatan dengan liburan. Kata temanku, "Semangat ibadahnya. Mumpung libur, jadi tidak ada alasan lelah atau tidak sempat." Yap, she's right . Semangat! Fastabiqul khairat! ^^9 Cheers, Nadia Almira Sagitta