Skip to main content

Posts

Showing posts with the label film

Film Bahasa LIPI

sumber gambar: LIPI "Jangan terlalu dengan bahasa sendiri atau bahasa Pagu, nanti kamu tidak tahu bahasa Indonesia." "Nanti kamu tidak tahu membaca dan menulis, berhitung, maka itu mereka tidak berbahasa daerah di sekolah." "Su kalau tidak belajar berarti akan, eh, hilang bahasa itu dengan sendirinya." "Menurut pengamatan beta bahwa bahasa ini kalau tidak dibangunkan berarti sepuluh tahun mendatang hanya sisa sepenggal, dua puluh tahun mendatang teng ngada." Menyedihkan, ya? Ternyata, pendokumentasian bahasa itu penting sekali. Namun, janganlah hanya mendokumentasikan, kita perlu berputar otak agar bahasa itu tetap hidup di masyarakat. P2KK LIPI mengadakan pemutaran film bahasa, khususnya tentang bahasa Maluku, di LIPI Gatot Subroto. Tonton trailer-nya di sini ! Pemutaran film diadakan hari ini dan besok pukul 10.00--16.00 di gedung Widya Graha Lt. 6 LIPI. Kalau tidak salah, pemutaran film bahasa itu diputar hari Minggu...

Surat Hayati

Pergantungan jiwaku, Zainuddin Sungguh besar sekali harapanku untuk bisa hidup di dekatmu. Supaya mimpi yang telah engkau rekatkan sekian lamanya bisa makbul. Supaya dapat segala kesalahan yang besar-besar yang telah kuperbuat terhadap dirimu saya tebusi. Tetapi cita-citaku itu tinggal selamanya menjadi cita-cita sebab engkau sendiri yang menutup pintu di depanku. Saya engkau larang masuk. Sebab engkau hendak mencurahkan segala dendam, kesakitan yang telah sekian lama bersarang di dalam hatimu. Lantaran membalas dendam itu, engkau ambil suatu keputusan yang maha kejam. Engkau renggutkan tali pengharapanku, padahal pada tali itu pula pengharapanmu sendiri bergantung. Sebab itu, percayalah Zainuddin bahwa hukuman ini bukan mengenai diriku seorang, bukan ia menimpa celaka kepadaku saja, tetapi kepada kita berdua. Karena saya tahu bahwa engkau masih tetap cinta kepadaku.  Zainuddin, kalau saya tak ada, hidupmu tidak juga akan beruntung. Percayalah, di dalam jiwaku ada suatu kek...

Dialog Zainuddin Hayati

"Saya akan berterus terang kepadamu. Saya akan jujur kepadamu. Akan saya panggil kembali namamu, sebagaimana dahulu pernah saya panggilkan. Zainuddin. Saya sudi menanggung segenap cobaan yang menimpa diriku asalkan kau sudi memaafkan segenap kesalahanku." "Maaf? Kau regas segenap pucuk pengharapanku, kau patahkan, kau minta maaf?" "Mengapa kau jawab aku sekejam itu, Zainuddin? Sudah hilangkah tentang kita dari hatimu? Janganlah kau jatuhkan hukuman. Kasihanilah perempuan yang ditimpa musibah berganti-ganti ini." "Iya, demikianlah perempuan. Ia hanya ingat kekejaman orang kepada dirinya walaupun kecil dan ia lupa kekejamannya sendiri pada orang lain padahal begitu besarnya. Lupakah kau siapakah di antara kita yang kejam? Bukankah kau yang telah berjanji ketika saya diusir oleh ninik-mamakmu karena saya asalnya tidak tentu, orang hina-dina, tidak tulen Minangkabau! Ketika itu kau antarkan saya ke simpang jalan, kau berjanji akan menunggu kedatanga...

Tinggalkan Jauh Di Belakang

"Sudah terjadi biarlah terjadi. Luka pun ada sembuhnya. Mulai sekarang, saya akan memperbaiki jalan pikiran saya kembali, hidup saya kembali. Saya tidak akan mengingat (Hayati) lagi. Saya akan melupakan dia. Tetapi kalau saya ingin bergerak maju, berjuang dalam hidup saya, saya tidak bisa di sini selamanya." (Zainuddin, TKVDW) "Engku ini orang pintar, kenapa harus hancur oleh (perempuan). Di mana letak pertahanan kehormatan yang ada pada seorang (laki-laki), ha? Jangan mau hidup Engku dirampas dan dirusakbinasakan oleh (perempuan) itu. Engku mesti tegak kembali. Coba Engku lihat lagi dunia lebih luas dan masuk ke dalamnya. Di sana masih banyak kebahagiaan dan ketentraman tersimpan." (Bang Muluk, TKVDW) Ingat-ingat perkataan Zainuddin dan Bang Muluk. Suatu ketika engkau butuh melupakan seseorang, entah karena ditinggal pacaran, dianggap saudara, atau bahkan ditinggal menikah, ingatlah lagi dialog ini. Kububuhkan tanda kurung agar dapat engkau ganti sesuka hati. ...

Something Borrowed

I love you and I've always loved you. And I should have told you a long time ago, but I'm telling you now. Before it's too late, before it's really too late. You're not the only one that haven't living his life. I haven't either but I wanna live it now, and I wanna live it with you." -Rachel, Something Borrowed (movie).