Skip to main content

Posts

Showing posts with the label buku

Seratus Buku Sastra yang Patut Dibaca Sebelum Dikuburkan

sumber gambar Pagi ini aku mencari daftar buku sastra Indonesia yang harus kubaca di Google. Aku menemukan daftar buku berikut di Goodreads berdasarkan buku terbitan Indonesia Buku berjudul Seratus Buku Sastra yang Patut Dibaca Sebelum Dikuburkan . Nah, di sini aku kutip bulat-bulat daftar dari mereka dengan menambahkan penanda kuning dan biru. Warna kuning berarti buku yang tamat kubaca, sementara warna biru bermakna buku-buku yang belum kutuntaskan. Ternyata secuil sekali yang kutahu! Haduh! 1. Student Hidjo karya Mas Marco Kartodikromo (1919) 2. Azab dan Sengsara karya Merari Siregar (1920) 3. Hikayat Kadiroen karya Semaoen (1920) 4. Sitti Nurbaya (Kasih Tak Sampai) karya Marah Rusli (1922) 5. Tanah Air karya Muhammad Yamin (1922) 6. Salah Asuhan karya Abdoel Moeis (1928) 7. Melawat Ke Barat karya Adinegoro (1930) 8. Kalau Tak Untung karya Selasih (1933) 9. Kenang-Kenangan karya Dokter Soetomo (1934) 10. Lajar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana (1936) 11. Nya...

Buku Incaran di Togamas Affandi

sumber gambar Halo, halo! Kemarin aku mampir ke toko buku Togamas yang terletak di ujung Jalan Affandi. Benar-benar di ujung dekat Ringroad Utara. Togamas ini merupakan toko buku favorit aku di Yogyakarta. Tentu ada alasan mengapa aku memilih Togamas daripada penerbit mayor sebelah. Pertama, aku menemukan banyaaaak sekali buku-buku dari penerbit indie di Togamas. Buku-buku indie ini seringkali hadir dengan judul-judul yang menarik dan berisi. Beragamnya penerbit itu juga bisa dijadikan referensi kalau suatu ketika kamu mau menerbitkan buku. Alasan kedua, diskonan, wuhuuw! Buku-buku di Togamas selalu diskon, entah 15%, 20%, macam-macam, deh. Tanda diskon tercetak di label harga jadi hampir pasti tak ada batas hari pembelian untuk mendapatkan diskon-diskon menggiurkan. Tak cukup dengan itu, Togamas membuat hari-hari tertentu untuk diskon spesial sebesar 25%. Karena aku penggemar novel, aku kerap menyambangi Togamas Kotabaru tiap hari Kamis. Sementara itu, Togamas Affandi mendiskon...

Bookriot's 2017 Read Harder Challenge!

sumber gambar Halo! Beberapa hari ini aku sedang keranjingan Goodreads dan berpartisipasi dalam tantangan baca tahun 2017. Aku memasang target enam puluh buku . Cukup berani, sebetulnya, mengingat banyak hal yang harus kukerjakan tahun ini. Akan tetapi, jika sudah berniat, aku yakin bisa tercapai asal berusaha. So that's that, sixty books this year . Sehubungan dengan tantangan itu, aku tadi membaca pendapat yang kontra terhadap tantangan semacam ini. Salah satu artikel yang kubaca mengarahkanku pada situs Bookriot yang juga mengeluarkan tantangan baca: 2017 Read Harder Challenge. Perbedaannya, Bookriot tidaklah berfokus pada jumlah buku, melainkan kriterianya.  Tantangannya bisa dilihat di sini Aku putuskan untuk juga mengikuti tantangan baca dari Bookriot. Ide mereka unik dan memaksa pembaca untuk bereksplorasi pada tema-tema tertentu. Ini poin bagus bagiku yang ingin keluar dari zona nyaman. Namun, aku memodifikasi kriterianya karena ketiadaan beberapa buku ses...

Bacaan Fiksi Selama 2016

sumber gambar Selamat datang 2017! Semoga kita bersahabat, ya. Tahun baru datang, merajalela pula slogan new year, new me . Oke, aku juga ingin membuat target tahun ini. Salah satu targetku adalah membaca 52 buku dalam setahun. Better, menuntaskan 52 buku dalam setahun. Akhir-akhir ini aku cukup sering menganggurkan buku, entah kenapa. Nah, pada postingan kali ini, aku ingin melihat kembali buku-buku yang menemaniku sepanjang tahun. Sejauh ingatanku, aku sudah membaca 45  buku pada tahun 2016, terlepas dari selesai tidaknya. Berikut ini daftarnya. Salah Pilih – Nur St. Iskandar Northanger Abbey – Jane Austen Persuasion – Jane Austen Jakarta Sebelum Pagi – Ziggy Zezsyazabrizkie Di Tanah Lada – Ziggy Zezsyazabrizkie Critical Eleven – Ika Natassa Antologi Rasa – Ika Natassa Twivortiare 2 – Ika Natassa Me Before You – Jojo Moyes After You - Jojo Moyes (belum selesai) Kukila – Aan Mansyur Tidak Ada New York Hari Ini – Aan Mansyur Tabula Rasa – Ratih Kuma...

Peminjam buku

Aku masih ingat suatu siang beberapa tahun silam. Aku mengenakan blazer, celana kain, dan sepatu hak tinggi. Kalau tidak salah ingat, aku juga memakai bando. Postur tubuhku yang sudah tinggi dari asalnya semakin tampak menjulang dengan bantuan sepatu. Aku ingat betapa gugupnya aku menghapalkan berita yang akan kubawakan sore itu. Lalu kau datang membawa kamera dan diam-diam memotretku. Ketika kutangkap matamu sedang menelusuri wajahku, aku melemparkan senyum. Grogi. Begitu pula saat kudapati kau mengarahkan kameramu pada diriku. Tak terhitung berapa kali aku mencak-mencak karena malu. Sudahlah jangan foto aku terus, pintaku. Kau hanya tertawa sejurus lalu kembali memotretku yang sedang manyun.  Tak hanya memotretku, kau juga menyembunyikan binder hijauku yang berisi catatan-catatan sekolah, debat, dan sketsa gambar. Aku berulang kali memintamu mengembalikannya, tetapi kau terus saja memohon buku itu untuk kau pinjam. Kau masih ingat aku tidak menyetujui permohonanmu kala i...