Skip to main content

Posts

Showing posts with the label iJakarta

Sepasang anak di tanah lada

Judul: Di Tanah Lada   Penulis:  Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie   Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Jumlah halaman: 240 Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie. Nama yang unik, bukan? Itu yang kutangkap dari sampul buku terbaru Zezsya, Jakarta Sebelum Pagi. Aku lalu mencari buku karangan lainnya di iJakarta. Siapa tahu saja ada. Eh, ternyata memang ada! Novel Di Tanah Lada setebal 240 halaman. Sampulnya lucu, langit putih bertabur bintang dengan tiga awan biru yang menghiasi. Seorang gadis kecil duduk bersimpuh di depan batu. Dikisahkan perkawanan Ava dan P, seorang gadis kecil dan tuan cilik. Merasa cocok, mereka pun berteman tak terpisahkan. Seperti pasangan sehati, mereka tak ingin kehilangan. Ah, terlalu muda jika aku menyebutnya kekasih. Akan tetapi, dialog-dialog mereka memang memancing gemas sehingga pembaca lupa ini adalah percakapan antara anak berusia enam dan sepuluh tahun! "Tapi, kan, kamu mau jadi kakek, ya?" "Iya, sih. Tapi malas juga jadi kak...

Ulasan Antologi Rasa

Judul: Antologi Rasa   Penulis: Ika Natassa   Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Jumlah halaman: 328 Firstly, I want to say thank you to all of you who've recommended this great book. Benar-benar menghibur. Aku tak menyangka novel ini berisi kisah cinta dua orang yang disebut di Critical Eleven : Harris dan Keara. Nampaknya Ika Natassa senang sekali membuat benang merah di antara novel-novelnya melalui tokoh cerita. Jika engkau perhatikan baik-baik, tokoh-tokohnya saling berkaitan satu sama lain. Antologi Rasa. Antologi ialah kumpulan karya tulis beberapa pengarang. Antologi rasa, kumpulan rasa. Memang cukup banyak cerita cinta di dalam novel ini, cukup untuk membuatmu gemas sendiri saking kompleksnya alur yang berbentuk seperti rantai makanan. Ketika begitu banyak pilihan disodorkan padamu, manakah yang hendak engkau pilih? Aku sukses mengkhayalkan setampan apa Harris Risjad, semenggoda apa Panji Wardhana, dan sememesona apa Ruly Walantaga. Gosh. Jika ada satu pe...

Ulasan Critical Eleven

Judul: Critical Eleven   Penulis: Ika Natassa   Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Jumlah halaman: 344 Two books in two days dan sesenggukan berulangkali. Setelah puas dicekoki cerita sulitnya conceive anak di Twivortiare 2, sekarang dicekoki sulitnya menghadapi kenyataan anak yang gugur dalam kandungan. Woh, marriage life is hard, man. Because of the title, aku akan menjabarkan sebelas pesan yang kudapatkan di novel ini. 1. Makeup sex really does work, doesn't it? (tanya sama yang udah nikah aja untuk klarifikasi) 2. Satu hal sepele yang tak bisa disepelekan adalah komunikasi. Cara kita berkomunikasi sangat berpengaruh terhadap reaksi lawan tutur. Watch your talk and how you talk. 3. Sahabat itu ada dalam susah dan senang. Jangan ragu menceritakan kegelisahan hati pada sahabat, 'cause believe me, apa-apa yang disimpan sendiri sanggup bikin kita hilang kewarasan. Who knows nanti kita dapat solusi? 4. Perempuan itu kadar emosinya sangat tinggi. Gampang se...

Ulasan Twivortiare 2

Judul: Twivortiare 2   Penulis: Ika Natassa   Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Jumlah halaman: 488 Ini adalah novel karya Ika Natassa yang pertama kali saya baca. Sebelumnya, jejeran novel dia saya lewatkan saja. Temanya pernikahan. Ah, terlalu...emak-emak. Barangkali gaya bahasanya pun mirip chicklit. Malaslah, pikir saya waktu itu. See, how I underestimate her in the first place. Sampailah pada hari kemarin. Saya butuh hiburan di perjalanan Tangerang--Depok dan novel Twivortiare muncul di awal halaman pencarian iJakarta. Yah, tidak ada salahnya saya baca. Kesan pertama, kok ini tulisannya dikit-dikit di-enter, sih? Oh, gaya penulisannya seperti Twitter rupanya! Unik juga. Novel ini berkaitan dengan novel-novel sebelumnya. Masih mengisahkan percintaan Alexandra dan Beno. Kali ini, cerita tentang kehidupan pernikahan kedua mereka. Yang disorot penulis adalah bagaimana stresnya pasutri (terutama istri) yang belum juga dikaruniai anak setelah tujuh tahun bersama...

Ulasan Secangkir Teh Mint

Judul: Secangkir Teh Mint Penulis: Fauzan Fadli Penerbit: Aksaramaya Teh mint merupakan benang merah dari kumpulan cerpen Fauzan Fadli. Mint dengan sensasi dingin menggelitiknya itu sukses diterapkan oleh Fauzan dalam kelima cerpennya. Akhir ceritanya tak tertebak. Itulah yang membuat menarik juga memikat. Kumcer ini terbilang cukup pendek dengan halaman sebanyak lima puluh tiga saja. Dapat tuntas dalam sekali duduk. Aku sendiri menamatkannya pagi ini dalam waktu satu jam. Secangkir Teh Mint. Aku berekspektasi besar pada cerpen ini karena Fauzan menempatkannya sebagai judul utama. Akan tetapi, aku tidak terkesan dengan cerpennya yang ini. Alurnya agak tergesa dan dipaksakan, aku tidak suka. Selain itu, cerita kedekatan Rino dan Ilmira kurang digali. Iya, aku tahu ini hanya cerpen dan tidak mungkin ada penggambaran secara mendetail, tetapi tetap saja cerita ini hanya mengambang di permukaan. Oke, kita kenal sepuluh tahun dan tiba-tiba kita sekantor tiga tahun. Lalu tanpa ...