Skip to main content

Posts

Lengser dari singgasana

Ketika rasa itu tak lagi menempati singgasana hati, aku masih berharap akan perjumpaan kita. Sekadar tegur sapa yang belum pernah kulakoni dengan baik karena adanya kegugupan yang menyergapku dan mengunci bibirku rapat-rapat. Aku tak ingin berlari darimu lagi. Aku tak ingin kau pertanyakan mengapa. Aku hanya ingin bersikap normal, ya, sebagai teman. Seperti dahulu. Ketika rasa itu tak lagi menempati singgasana hati, aku masih berharap akan perjumpaan kita, teman.

Tutup

Aku mencoba merelakanmu perlahan Aku tahu itu sulit dan aku pun tahu rasanya akan sakit Akan tetapi, aku lelah Aku lelah merasa gundah ketika engkau bahagia Aku lelah terbang tinggi kemudian sayapku patah lalu aku terperosok jatuh Aku lelah memikirkan seseorang yang belum tentu memikirkanku Aku lelah mengharapkan seseorang yang belum tentu menjadi jodohku. --- Semangat meningkatkan kualitas diri, kak. ^^ Semoga kriteria jodoh yang selama ini engkau impikan tercapai Semoga seseorang yang engkau sukai, menyukaimu balik Semoga engkau bisa meraih cita-cita tertinggimu Selamat menemukan kesukaan dan keceriaan dalam hidup Jika engkau menikah nanti, undang aku, ya! Semoga saat itu, aku sudah bertemu jodoh dunia dan akhiratku InsyaaAllah. Kututup lembaran kisahku mengenaimu dengan ucapan alhamdulillah . Terima kasih atas kontribusimu dalam proses pendewasaan diriku.
Kembali aku membaca kisahmu, kisahnya, kisah kalian. Selalu saja ada cerita. Diam-diam aku terkesima, terharu, dan ikut tertawa geli. Tahukah kalian bahwa  aku adalah salah satu pembaca setia karangan kalian, yang belum tentu setia menyimak cerita-ceritaku. Aku rindu. Rindu yang urung kuungkapkan karena gengsi yang kujunjung tinggi itu. Maaf belum bisa meredam egoku. Aku hanya dilanda cemburu.

Mellow?

Aaaaaaaaaaa mellow . Harusnya aku nggak begini lagi kan, ya. Harusnya kan udah move on , bahkan move up Hih, terlalu banyak kata harusnya! Ya sudahlah, nggak usah dipikirkan lagi, Nanaaad. "And you're doing your best to avoid me."  - Taylor Swift. Yeah, you are.

Lembaga Dakwah

Assalamualaikum, teman-teman! Hai! Nad pengin cerita sedikit, nih. Saat semester tiga lalu, saya berniat untuk berkecimpung di salah satu LD saja kelak, entah itu LDK atau pun LDF. Saya sudah merasakan kesibukan aktif di dua LD dan itu ... haaaah ... sudah cukup. Banyak amanah yang terbengkalai karena jadwal ngumpul sering bentrok dan akibatnya saya jadi stres sendiri. Wussss, semester tiga berlalu, semester empat datang menjelang! Alhamdulillah, semester tiga terlalui dengan baik. Formulir rekrutmen anggota organisasi tersebar di mana-mana. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya saya memilih Salam UI sebagai lahan dakwah saya di semester empat hingga semester lima. ^^ Awalnya, saya ingin menjadi BPH, menjadi pengurus Salam UI. Alasan saya memilih menjadi BPH karena saya ingin membenahi departemen ILC, ingin membuat departemen itu menjadi lebih baik lagi. Selama ini saya terjun di bidang yang sama, dimulai sejak periode magang hingga staf. Yeaaay, saya cinta ILC! <3 Siapa tahu keha...