Skip to main content

Posts

Obrolan saudari: ngemil

F: Hi! N: Heyy. F: What are you doin? N: Shopping. Groceries shopping. F: I want to go too. N: What? Hahaha. F: I wanna buy snack. N: I buy fruits and veggies for my smoothies. I rarely buy biscuits and chips now. F: Ooooh not fun! I eat chips now. N: Oh yea? What kind of chips? F: Nacho cheese. Doritos. Hehehe, we are kinda opposite. Hahahaha sebenarnya mah kita nggak gitu berbeda, Fir. Aku juga suka ngemil kue dan keripik. Hanya saja, sekarang lagi membatasi makanan semacam itu. Makin bertambah umur makin peduli kesehatan, lah. Lagi usaha mengonsumsi buah dan sayur lebih banyak. Haha, kau jangan malas makan buah dan sayur! But for now, enjoy your chips! :9 Luv and kangen, Nadia Almira Sagitta

Food combining

Demi apa pun aku baru tahu pengombinasian makananku dalam sehari kacau sekali. Cenderung nggak sehat. Apa mau dikata makanan anak kos mah...  Mesti menghindari nasi ayam, kwetiau, dan nasgor kayaknya. Sudah terlampau sering mengonsumsi makanan kurang serat bin kaya minyak itu. Mesti lebih banyak makan sayur, buah, dan protein lain. Aaaa, mau cerita soal food combining , tetapi aku belum ada waktu untuk mengetik ceritanya. Lagian, aku belum praktikkan FC ini. Nanti, deh, aku cerita kalau sudah memulai FC yang sehat agar nggak terkesan omdo. ♡ Demi hidup anak kosan yang lebih sejahtera! Cheers, Nadia Almira Sagitta

Hari buah (?)

Halo! Buonaseraaaa~ Semangat bener, ya, aku. Iya, hari ini lagi bahagia alhamdulillah. ♡ Lagi banyak makan, jadinya bahagia. Pagi tadi ngemil avokad (tsaelah, camilannya buah). Aneh, sih, makan avokad gitu aja, jadi aku tambahkan madu dan meses. Rasanya lumayan walaupun masih agak pahit. :'9  Siang tadi, aku dan teman sekelas ditraktir Nindy yang sedang berulang tahun! Kyaaa makan enak dan gratis! Bahagianya anak kos itu sederhana. ♡ Sepulangnya dari sana, kabel charger-ku lenyap. Iya, lenyap entah terjatuh di mana. Kehilangan kabel data cukup membuatku stres, soalnya kabel itu asli dan baru beli tiga minggu lalu. Nah, aku jajan jus buah untuk menenangkan stres. Seperti biasa, pesan jus buah tanpa susu. Kamu tahu, kan, buah itu tidak boleh dicampur susu? (yang akhirnya aku ragukan karena smoothies nyaris selalu pakai susu) Entahlah, tetapi aku jadi parno mencampur jus buah dengan susu kental manis. Lagian buah itu sudah memiliki fruktosa, lalu dicampur air gula dan susu k...

Berbelok

A: Aku tahu, kok, aku salah. Entah kenapa aku jadi begini lagi. Seperti dulu saat belum tahu apa-apa. Sekarang rasanya berat sekali karena sesungguhnya sudah paham ilmu, tetapi tak dapat kuimplementasikan. M: Urusan salah atau benar, kalian yang lebih tahu dariku. Tapi, yang namanya perasaan itu sulit dikontrol. Mungkin itu yang buat kau jadi belok seperti ini. A: Yah, I should've known . Aku lelah, M. Tak banyak yang dapat kukhayalkan tentang masa depan. Rasanya aku ingin menyudahi saja. M: Kenapa tidak dari dulu? A: Well, kau tahu, ketika baru saja menyukai seseorang, mana ada kau berpikir tentang hal yang jauh. M: Ya, aku pun pasti masih asyik-asyiknya kasmaran. Jadi bagaimana? A: Entahlah. M: Tampaknya kau hobi sekali mengkhawatirkan hal yang belum terjadi, ya? Pikiranmu, lho, yang menggalaukan dirimu, bukan orang lain. Terlalu banyak, "Kalau begini bagaimana? Kalau misalnya seperti ini bagaimana?" Santailah dan jalani saja. A: Kucoba. Akan kucoba.  Lu...

Hati yang Dinamis

C: Allah itu Maha Membolak-balikkan Hati. Hatimu dinamis, tolong kali ini pindahlah ke yang lebih baik. I: Tidak bisa. Bukankah sudah kukatakan kalau aku sudah mencoba? C: Pasti bisa. Hatimu itu dinamis, kayak love and go . Kadang aku mau sepertimu. I: Yah, love, get hurt, and then go . Tapi apa kau mau sepertiku yang masih saja menangis teringat-teringat yang dulu padahal sekarang ada yang baru? C: Kau menangis ingat dia? I: You don't say. C: Hm, tetapi tolong kali ini, lupakan dia. Aku tidak setuju dengan pilihanmu kali ini. I: Apa rasanya ketika semua orang menolak pilihanmu, C? Berat sekali. Dia salah apa? C: Salah karena dia begitu! Kau sendiri yang bilang. I: ... C: Ada yang lebih baik, percayalah. Ada banyak orang yang mau sama kau. Kenapa harus berhenti di satu orang? I: Bukankah kita sama? Ada orang yang jelas-jelas suka sama kau, tetapi kau malah memilih cinta lama yang jelas-jelas bikin sakit. C: Ya. Kita sama. Cinta memang bikin gila. Cerita dua dewasa mud...

Menebar pertanda

Katanya, hal yang tidak mengenakkan itu saling suka, tetapi tidak saling menyatakan rasa. Dua sejoli itu lalu menebak-nebak sendiri perasaan satu sama lain. Mau bilang, takut ditolak dan belum dapat memberikan apa-apa. Nggak bilang, gelisah sendiri takut ia keburu dipinang. Padahal, kata temanku, "Dengan kamu nyatakan sekarang pun, tidak berarti menghalanginya dari pinangan orang lain. Kalau mau bilang, jangan ke orangnya saja, tetapi juga ke keluarganya. Itu kalau serius. Perkataan sayang dan cinta tidak bermakna apa-apa jika tidak ada keseriusan yang kau tawarkan."  Dan makin parahlah keadaan ketika dua sejoli itu saling menebarkan pertanda. Mereka saling menyiksa batin tanpa mereka sadari. Degup kencang yang dialami tatkala membaca pertanda dapat menyebabkan sakit jantung. Hati-hati. Apalagi bila tahu pertanda itu gagal terungkap maknanya seperti salah membaca sinyal. Wah, stres dan gangguan jiwa menanti di belakang. Menebar kode itu menebar penyakit. Percayalah. Ak...

Awal dan akhir

Mengapa harus ada pertemuan bila akhirnya berpisah jua? Mengapa harus ada cerita bila akhirnya bisu meraja? Mengapa harus ada perkenalan bila akhirnya enggan menyapa? Mengapa harus ada cinta bila akhirnya menuai luka? Aku takut kehilangan ia yang sempat memberi bahagia. Karena aku tahu, dalam sekedipan mata, ia bisa lantas pergi tanpa permisi. Tidak ada yang mengikatnya untuk tetap di sini. Pun denganku, tidak ada yang mengikatku untuk bertahan di sini. Kami bisa sama-sama pergi meniti mimpi, melupakan segala perbincangan yang pernah terjadi, dan menjadi asing satu sama lain. Pada saat itu, aku akan bertanya, "Mengapa kami dipertemukan kalau begitu? Untuk bahagia? Untuk saling menggores luka? Atau apa?" Luv, Nadia Almira Sagitta