Skip to main content

Hari buah (?)

Halo! Buonaseraaaa~
Semangat bener, ya, aku. Iya, hari ini lagi bahagia alhamdulillah. ♡ Lagi banyak makan, jadinya bahagia. Pagi tadi ngemil avokad (tsaelah, camilannya buah). Aneh, sih, makan avokad gitu aja, jadi aku tambahkan madu dan meses. Rasanya lumayan walaupun masih agak pahit. :'9 
Siang tadi, aku dan teman sekelas ditraktir Nindy yang sedang berulang tahun! Kyaaa makan enak dan gratis! Bahagianya anak kos itu sederhana. ♡

Sepulangnya dari sana, kabel charger-ku lenyap. Iya, lenyap entah terjatuh di mana. Kehilangan kabel data cukup membuatku stres, soalnya kabel itu asli dan baru beli tiga minggu lalu. Nah, aku jajan jus buah untuk menenangkan stres. Seperti biasa, pesan jus buah tanpa susu. Kamu tahu, kan, buah itu tidak boleh dicampur susu? (yang akhirnya aku ragukan karena smoothies nyaris selalu pakai susu) Entahlah, tetapi aku jadi parno mencampur jus buah dengan susu kental manis. Lagian buah itu sudah memiliki fruktosa, lalu dicampur air gula dan susu kental manis pula! Aduh, bisa diabetes aku nanti. Intinya, batasi penggunaan gula pada makanan dan minuman.

Pas makan malam, aku nggak jajan. Malah masak spageti di rumah. Haha, nggak terhitung masak, sih, wong cuma merebus spageti dan menghangatkan bumbu instan. Yang beda kali ini cuma tehku aja. Aku baru beli Lipton Strawberry Tea. Tsah, gaya banget, kan, teh aja pakai rasa stroberi. Mirip dengan yang dijual di resto-resto itu. Akan tetapi, gegara sebelumnya aku baca-baca soal clean eating (silakan kamu googling), aku meminum teh itu tanpa gula. Pahit, tentu saja. Untunglah ada aroma stroberinya. Wkwk. ♡

Doakan aku bisa menjalani gaya hidup sehat, ya. Beneran deh ini mau sehat. Nggak mau ninggalin sarapan, nggak mau ngelewatin makan malam, ngurangin camilan nggak sehat, ngurangin MSG, hopefully menjalankan clean eating, dan mau rajin olahraga. Belum terlambat, kan? ♡

Cheers,
Nadia Almira Sagitta

Comments

Popular posts from this blog

Dialog Zainuddin Hayati

"Saya akan berterus terang kepadamu. Saya akan jujur kepadamu. Akan saya panggil kembali namamu, sebagaimana dahulu pernah saya panggilkan. Zainuddin. Saya sudi menanggung segenap cobaan yang menimpa diriku asalkan kau sudi memaafkan segenap kesalahanku." "Maaf? Kau regas segenap pucuk pengharapanku, kau patahkan, kau minta maaf?" "Mengapa kau jawab aku sekejam itu, Zainuddin? Sudah hilangkah tentang kita dari hatimu? Janganlah kau jatuhkan hukuman. Kasihanilah perempuan yang ditimpa musibah berganti-ganti ini." "Iya, demikianlah perempuan. Ia hanya ingat kekejaman orang kepada dirinya walaupun kecil dan ia lupa kekejamannya sendiri pada orang lain padahal begitu besarnya. Lupakah kau siapakah di antara kita yang kejam? Bukankah kau yang telah berjanji ketika saya diusir oleh ninik-mamakmu karena saya asalnya tidak tentu, orang hina-dina, tidak tulen Minangkabau! Ketika itu kau antarkan saya ke simpang jalan, kau berjanji akan menunggu kedatanga...

Autobiografi masuk di Universitas Indonesia

Di tengah asyiknya membicarakan jurusan saat kuliah nanti, “Nad, mau masuk apa pas kuliah?” “InsyaAllah, Sastra Indonesia UI.” “Kok sastra Indonesia, sih?” * * * Pertanyaan itu kerap kali terngiang di telinga tatkala aku menyebutkan jurusan idamanku. Mengapa? Apa ada yang salah? Tak pantaskah aku mengecap ilmu di jurusan yang bertitel sastra Indonesia? Pertanyaan yang begitu merasuk hati, mengganggu. Dalam hati, aku hanya bisa berharap semoga orang tuaku merestui jurusan ini. Namun alangkah sayangnya, ternyata keinginanku ditolak mentah-mentah, apalagi oleh ibuku. Beliau tidak meridai keinginanku berkuliah di jurusan sastra. “Kalau tetap bersikeras kuliah di situ, saya tidak mau membiayai,” MasyaAllah! Apa yang ada di pikiran beliau saat itu? Bagaimana pula aku bisa membiayai kuliah sendiri? Ayah mencoba memberi saran, “Coba Nadia cari jurusan lain. Kamu sudah berbalik arah ke IPS, kan? Jurusan banyak, kok, bukan cuma sastra Indonesia. Apa kamu takut tidak lulus ...

Review Salon Flaurent Jogja

Heyyyy, guys! Kali ini, saya mau review salon Flaurent Jogja yang baru saja saya kunjungi tadi. Dua tahun lalu, saya juga sempat ke sini bareng ibu, nah kali ini bareng tante. Bisa dibilang, ini salon perempuan pertama yang saya datangi dan memprakarsai hobi baru saya di Depok, yakni nyalon. Wakakaka. Tanteku memberi saran untuk mengambil paket mini yang terdiri dari body spa, hair spa, dan facial . Tiga perawatan ini bisa kalian ambil dengan merogoh kocek Rp125.000,00. Gila. Ini-murah-banget! Salon langgananku aja bisa kena biaya sekitar Rp300.000,00.

Review Bedak Tabur La Tulipe vs Revlon

Kamis, 16 Juli 2015, kuputuskan untuk mengganti bedak tabur La Tulipe-ku. Bukannya kenapa, aku curiga jerawatku yang makin menjadi ini disebabkan oleh ketidakcocokan wajahku dengan bedak tersebut. Kulit wajahku adalah kulit berminyak— lets say, very oily ! Gegara ini, aku gampang jerawatan dan sekilas wajahku terlihat kusam tanpa bedak. Oleh karena itu, bedak merupakan barang wajib yang harus ada di tas. Sejak SMP hingga SMA, aku selalu menggunakan bedak padat Pigeon rekomendasi ibuku. Semenjak kuliah aku iseng mencoba-coba bedak baru, salah satunya bedak tabur. Berdasarkan informasi yang kudapat dari berbagai beauty blogger , jenis bedak yang cocok untuk kulit berminyak adalah bedak tabur atau loose powder. Alasannya, tekstur bedak tabur tidak menghambat pori-pori seperti bedak padat. Nah, aku baru beralih ke bedak tabur setahunan lebih ini. Aku pernah mencoba produk Pigeon, Wardah, Viva, La Tulipe, dan sekarang Revlon. Postingan kali ini membahas dua merk bedak tabur, yakni ...