Skip to main content

Belum siap berjumpa!

Kamu tak usah buru-buru ingin menemuiku, ya? Aku merasa belum pantas untuk berjumpa denganmu. Hihi, aku masih sibuk menata hatiku yang sedang kacau balau. Kata Teh Fu dan Kang Canun di buku "Jodoh Dunia Akhirat", sih itu namanya proses cleansing. Proses membersihkan hati dari masa lalu. Memangnya masa laluku apa, sih? Wuaaa banyak, tak perlu kau tahu. Nanti saja, ketika kita berkumpul bersama aku akan menceritakannya padamu. Itupun jika engkau bertanya. Tapi kau harus janji kau tidak akan cemburu. Karena saat aku memilihmu, aku sudah menyerahkan sepenuh hatiku padamu. Hm, sebenarnya tidak penuh juga, kan ada ruang untuk Allah. ^^ Percayalah, ketika aku memutuskan untuk menerima pinanganmu, aku tak akan mengusik-usik masa laluku lagi. Kenangan itu akan kukunci dan kusimpan di sudut pikir, bukan di hati.

Masih banyak hal yang harus kupersiapkan sebelum bertemu denganmu. Aku sedang belajar ... masak. Hm, sebenarnya tidak masak di kosan, sih. Hanya belajar saat ngumpul dengan komunitas. Tak apalah, ya. ^^ Well, aku kan tidak ingin menikah tanpa persiapan sedikit pun. --, 
Persiapan keduaku adalah membiasakan diri untuk mengatur sesuatu. Ingin juga belajar manajemen waktu. Supaya nanti aku tidak kerepotan membagi waktuku denganmu. Hei, kau harus tahu keinginanku yang ingin menjejak tingkat S-3. Kamu akan mendukungku, bukan? Aku percaya bahwa kau akan mendukungku karena kita berjodoh. Pasti kamu mengerti keinginanku menjadi seorang dosen di almamaterku juga di luar negeri. Keinginanmu apa? Nanti utarakan padaku, ya. Semoga kita bisa meraih mimpi masing-masing ... dan juga mimpi kita. :)
Persiapanku yang lain adalah meningkatkan kualitas ibadah dan iman. Aku sedang giat mencari ilmu. Pernikahan itu harus berlandaskan ilmu, bukan? Nah, tetapi bukan berarti aku hanya mendalami ilmu pernikahan. Tentu saja tidak. Aku ingin menjadi seorang hafizah. Baru mulai, nih. Sistemnya sehari seayat, ODOA (One Day One Ayat) gitu, deh. Apakah kamu sedang berusaha menjadi hafiz juga? Semoga saja jawabanmu iya agar nanti kita bisa murajaah berdua di rumah. Oh ya, jangan lupa bekali dirimu dengan ilmu-ilmu yang kamu dapat dari kajian, kalau bisa sih kajian sunnah. Jangan hanya bergantung pada halaqah, ya. Semoga saya bisa menjadi cerminan yang baik untukmu. ^^

Aku memang belum mengenalmu, tetapi ada beberapa mimpi yang ingin kuwujudkan bersamamu.
Semoga catatan kecil ini dapat mengingatkanku tentang mimpi-mimpi itu. :)

Comments

Popular posts from this blog

Autobiografi masuk di Universitas Indonesia

Di tengah asyiknya membicarakan jurusan saat kuliah nanti, “Nad, mau masuk apa pas kuliah?” “InsyaAllah, Sastra Indonesia UI.” “Kok sastra Indonesia, sih?” * * * Pertanyaan itu kerap kali terngiang di telinga tatkala aku menyebutkan jurusan idamanku. Mengapa? Apa ada yang salah? Tak pantaskah aku mengecap ilmu di jurusan yang bertitel sastra Indonesia? Pertanyaan yang begitu merasuk hati, mengganggu. Dalam hati, aku hanya bisa berharap semoga orang tuaku merestui jurusan ini. Namun alangkah sayangnya, ternyata keinginanku ditolak mentah-mentah, apalagi oleh ibuku. Beliau tidak meridai keinginanku berkuliah di jurusan sastra. “Kalau tetap bersikeras kuliah di situ, saya tidak mau membiayai,” MasyaAllah! Apa yang ada di pikiran beliau saat itu? Bagaimana pula aku bisa membiayai kuliah sendiri? Ayah mencoba memberi saran, “Coba Nadia cari jurusan lain. Kamu sudah berbalik arah ke IPS, kan? Jurusan banyak, kok, bukan cuma sastra Indonesia. Apa kamu takut tidak lulus ...

2015 - Skoliosis

Skoliosis. Masih ingatkah dengan pelajaran Penjaskes di SD dulu? Kifosis, lordosis, dan skoliosis. Beberapa bulan ini, aku mengeluh sakit punggung. Tak bisa telentang dan menghirup napas panjang. Sakit. Rasanya, tulang rusuk tertarik oleh tulang belakang tiap bernapas. Rasanya dada ditekan kuat-kuat kalau telentang. Belum lagi pegal-pegal tiap bangun tidur. Kemudian, datanglah temanku berkata bahwa tulang kananku menonjol dibanding yang kiri. Tanteku juga mengatakan hal yang sama.  Jadilah, 15 Januari 2015 lalu aku ke dokter ortopedi. Dokter Tejo namanya. Dia berperawakan tinggi dan tegak. Dia lebih tinggi dari saya. Hahahha. Pas banget deh jadi dokter spesialis tulang. Dari sana, aku menuju ruang radiologi. Kunjungan pertamaku ke sana, yeayyyy! (Terus bangga). Bertukar pakaian dengan baju rumah sakit, berdiri di depan kamera khusus, dan voila! Jadilah foto hitam putih bergambar tulang rusuk serta tulang punggungku. Foto x-ray kah itu? Entahlah. Dua foto hitam itu me...

Review Salon Flaurent Jogja

Heyyyy, guys! Kali ini, saya mau review salon Flaurent Jogja yang baru saja saya kunjungi tadi. Dua tahun lalu, saya juga sempat ke sini bareng ibu, nah kali ini bareng tante. Bisa dibilang, ini salon perempuan pertama yang saya datangi dan memprakarsai hobi baru saya di Depok, yakni nyalon. Wakakaka. Tanteku memberi saran untuk mengambil paket mini yang terdiri dari body spa, hair spa, dan facial . Tiga perawatan ini bisa kalian ambil dengan merogoh kocek Rp125.000,00. Gila. Ini-murah-banget! Salon langgananku aja bisa kena biaya sekitar Rp300.000,00.

Review Bedak Tabur La Tulipe vs Revlon

Kamis, 16 Juli 2015, kuputuskan untuk mengganti bedak tabur La Tulipe-ku. Bukannya kenapa, aku curiga jerawatku yang makin menjadi ini disebabkan oleh ketidakcocokan wajahku dengan bedak tersebut. Kulit wajahku adalah kulit berminyak— lets say, very oily ! Gegara ini, aku gampang jerawatan dan sekilas wajahku terlihat kusam tanpa bedak. Oleh karena itu, bedak merupakan barang wajib yang harus ada di tas. Sejak SMP hingga SMA, aku selalu menggunakan bedak padat Pigeon rekomendasi ibuku. Semenjak kuliah aku iseng mencoba-coba bedak baru, salah satunya bedak tabur. Berdasarkan informasi yang kudapat dari berbagai beauty blogger , jenis bedak yang cocok untuk kulit berminyak adalah bedak tabur atau loose powder. Alasannya, tekstur bedak tabur tidak menghambat pori-pori seperti bedak padat. Nah, aku baru beralih ke bedak tabur setahunan lebih ini. Aku pernah mencoba produk Pigeon, Wardah, Viva, La Tulipe, dan sekarang Revlon. Postingan kali ini membahas dua merk bedak tabur, yakni ...