Skip to main content

Review Salon Flaurent Jogja

Heyyyy, guys! Kali ini, saya mau review salon Flaurent Jogja yang baru saja saya kunjungi tadi. Dua tahun lalu, saya juga sempat ke sini bareng ibu, nah kali ini bareng tante. Bisa dibilang, ini salon perempuan pertama yang saya datangi dan memprakarsai hobi baru saya di Depok, yakni nyalon. Wakakaka. Tanteku memberi saran untuk mengambil paket mini yang terdiri dari body spa, hair spa, dan facial. Tiga perawatan ini bisa kalian ambil dengan merogoh kocek Rp125.000,00. Gila. Ini-murah-banget! Salon langgananku aja bisa kena biaya sekitar Rp300.000,00.


Oh iya, seperti yang saya bilang tadi, ini salon perempuan bukan salon muslimah. Which is mean, kamu tetap harus menjaga auratmu di situ. Entahlah, kali ini saya nakal mengabaikannya karena udah ngebet banget ke salon. (Maaf. Jangan ditiru!) Saya didampingi kapster Prapti. Orangnya ramah dan asyik diajak ngobrol. Yak, meluncuuuur. Perawatan pertama saya adalah hair spa. Karena tergabung dengan paket, saya hanya mendapatkan varian masker biasa. Ets, jangan khawatir! Kamu bisa memilih masker dengan keharuman lain, kok, dengan menambahkan Rp10.000,00. Flaurent menawarkan keharuman mint, green tea, stroberi, dan cokelat. Overall, hair spa-nya enak tetapi pijatannya kurang. Hm, mungkin karena saya akan body spa juga? Entahlah. 

Sembari menunggu maskernya meresap, saya melangkah ke ruangan kedua. Facial, yeay! (Tadi tidak segembira ini) You know-lah, gimana sakitnya di-facial. Eh, tetapi ternyata facial tidak selamanya menyiksa. Kapster Flaurent berhati-hati banget membasmi jerawat kecil dan komedo di wajah.  Alhamdulillah. Produk yang dipakai adalah Biokos. Sebenarnya, kamu bisa menggantinya dengan DDF dengan biaya tambahan Rp10.000,00. Sayang, saya nggak berani karena khawatir nggak cocok. Saya tak mau breakout lagi. :'D

Next, lanjut ke body spa Flaurent. Ruangan body spa terletak di belakang gedung. Di samping ruangan, tiba-tiba ada beberapa lelaki. PARAH. SYOK ABIS. Kondisinya adalah saya sedang tidak berkerudung. Kok bisa ada laki-laki, sih? Minus. Minus. Minus. Udahlah, ya, saya nggak perlu ceritakan rangkaian body spa. Pada tahu, kan? Btw, mungkin ini perawatan body spa terakhir saya. Bukannya kenapa, saya baru ingat kalau ada batas-batas aurat antarperempuan. So, merawat diri di rumah juga bisa ;)

Loncat ke penilaian aja, ya.
Kelebihan: -kapster ramah
-masker rambutnya wangi
-facial tidak terlalu sakit
-murah
-ada camilan gratis :9
-kursi sauna dari kayu, bukan sauna abal-abal dari kain macam plastik. Nice!

Kekurangan: -kurangnya privasi di ruangan body spa. Satu ruangan ada tiga tempat tidur, kursi sauna, dan kamar mandi. Tiap tempat tidur dipisahkan tirai panjang. Sayang, kamar mandinya hanya dipasangkan tirai. Ckckc. Andai saja diletakkan di ruangan terpisah
-kapster terpatok sama waktu. "Mbak, bersih-bersihnya 15 menit, ya.", "Mbak, perawatan ini 30 menit, ya." Sedikit ganggu menurutku karena membuat pelanggan nggak santai
-ada laki-laki di lingkungan salon
-hasil blow tidak rapi. Terkesan kapsternya buru-buru dan sekadar mengeringkan rambut saja
-merangkap beberapa perawatan sekaligus. Hair spa paling awal, tetapi dibasuh paling akhir. Gils
-ramai banget!

I give 3 stars from 5.
☆☆☆

BACA JUGA
Review Salon Tewink

Comments

  1. Yuppp benerrr rameeee bgt yaa, tapi harga mmang pas buat ank kosan haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha banget, Mbak. Sering perawatan apa di sana? ^^

      Delete
  2. Harga memang muraah..tp kurang nyaman
    bentar2 mbak kapster lihat jam, seakan2 kejar target :-(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya betul, Mbak. Memang ono rego ono rupa. Ada salon rekomendasi lain di Jogja? Sebentar lagi saya pindah ke sana, nih, hehe. ^^

      Delete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Maaf saya repost, hehe.
    Menurut saya laseca spa! Ini tempatnya nyaman banget, dan murah meriah. Di ruangan spanya juga privacy, soalnya hanya ada 1 tempat tidur dan satu bath-up. Tapi ada juga ruangan yang 2 tempat tidur, kalau kata mbaknya sih ini kalau promo spa berdua, tapi bisa juga dipisahkan. Dan satu lagi, tempat ini gak pernah rame, jadi kapsternya santai gak seperti terburu-buru.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Btw yang di hos cokro yaa jangan yang di kotabaru. Soalnya di kotabaru tempatnya lumayan sempit.

      Delete
  5. https://www.instagram.com/utienloagie/?hl=id follow aja dlu, siapa tau jodoh wkwk

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Dialog Zainuddin Hayati

"Saya akan berterus terang kepadamu. Saya akan jujur kepadamu. Akan saya panggil kembali namamu, sebagaimana dahulu pernah saya panggilkan. Zainuddin. Saya sudi menanggung segenap cobaan yang menimpa diriku asalkan kau sudi memaafkan segenap kesalahanku." "Maaf? Kau regas segenap pucuk pengharapanku, kau patahkan, kau minta maaf?" "Mengapa kau jawab aku sekejam itu, Zainuddin? Sudah hilangkah tentang kita dari hatimu? Janganlah kau jatuhkan hukuman. Kasihanilah perempuan yang ditimpa musibah berganti-ganti ini." "Iya, demikianlah perempuan. Ia hanya ingat kekejaman orang kepada dirinya walaupun kecil dan ia lupa kekejamannya sendiri pada orang lain padahal begitu besarnya. Lupakah kau siapakah di antara kita yang kejam? Bukankah kau yang telah berjanji ketika saya diusir oleh ninik-mamakmu karena saya asalnya tidak tentu, orang hina-dina, tidak tulen Minangkabau! Ketika itu kau antarkan saya ke simpang jalan, kau berjanji akan menunggu kedatanga...

Padanan swatch: ulas, oles, pulas, atau poles?

Pagi tadi iseng memosting koleksi makeup yang rata-rata didominasi lipstik di Instagram. Ahaha, iya, aku penggemar makeup. Aku suka membaca dan menulis ulasan produk makeup . Nah, sejauh aku memantengi berbagai ulasan makeup, khususnya lipstik, di berbagai blog, ternyata banyak sekali istilah asing yang digunakan. Malam ini aku akan membahas satu saja kata asing, yakni swatch. Contoh kalimat: "Gue, sih, mesti dua sampai tiga kali swatches supaya warnanya keluar." "Ini swatches lengkap lipstik Purbasari di tanganku, ya!" Swatch. Aku galau menentukan kata yang pas. Sejauh ini, aku menemukan empat kata yang digunakan beberapa beauty blogger, untuk memadankan swatch, yakni ulas, pulas, oles, dan poles. Nah lho! Hehehe. Mau tak mau, aku kembali ke KBBI. ulas v mengusap v memberikan penjelasan dan komentar n sarung FIXED ulas dicoret! oles v melumur, melumas Hmm, mari kita cek komponen makna lumur! lumur v bergelimang dng (lumpur...

JAFF's Asian Perspectives 2017

sumber gambar The Hose (2017) Mansour Forouzesh 14 menit sumber gambar Seorang guru sekolah dasar, Nobari, mulai menyadari metode hukuman dengan kekerasan fisik yang selama ini digunakannya tidak memberikan efek yang signifikan. Hari itu, Nobari menceritakan perihal metode ajar pada murid-murid dan membuang pecut kesayangannya. Pelajaran hari itu dimulai dengan soal perkalian. Shalbaaf, seorang murid, tidak bisa menjawab pertanyaan Nobari yang membuat Nobari memarahinya di kelas. Keesokan harinya, Nobari membuka kado dari Shalbaaf dengan rasa penasaran yang berganti tegang: kado itu berisi beberapa pecut baru. Nobari gagal mengatur emosinya saat mengajar. Apa bedanya ia menggunakan pecut dan tidak kalau emosi kesalnya terhadap murid masih mendominasi? Kedua hukuman itu sama-sama memicu trauma. Luka dari kekerasan fisik dapat pudar menghilang, tetapi luka dari kekerasan verbal membekas sampai entah. Is he a good teacher on my opinion? Nope. Women of The Weepi...

Surat Hayati

Pergantungan jiwaku, Zainuddin Sungguh besar sekali harapanku untuk bisa hidup di dekatmu. Supaya mimpi yang telah engkau rekatkan sekian lamanya bisa makbul. Supaya dapat segala kesalahan yang besar-besar yang telah kuperbuat terhadap dirimu saya tebusi. Tetapi cita-citaku itu tinggal selamanya menjadi cita-cita sebab engkau sendiri yang menutup pintu di depanku. Saya engkau larang masuk. Sebab engkau hendak mencurahkan segala dendam, kesakitan yang telah sekian lama bersarang di dalam hatimu. Lantaran membalas dendam itu, engkau ambil suatu keputusan yang maha kejam. Engkau renggutkan tali pengharapanku, padahal pada tali itu pula pengharapanmu sendiri bergantung. Sebab itu, percayalah Zainuddin bahwa hukuman ini bukan mengenai diriku seorang, bukan ia menimpa celaka kepadaku saja, tetapi kepada kita berdua. Karena saya tahu bahwa engkau masih tetap cinta kepadaku.  Zainuddin, kalau saya tak ada, hidupmu tidak juga akan beruntung. Percayalah, di dalam jiwaku ada suatu kek...