Skip to main content

Posts

Once sco, forever sco

Assalamualaikum!  Lama ya nggak curhat di sini, hehe. Beberapa hari ini memang aku kebanyakan istirahat, skripsian, dan istirahat lagi. Mager, haha.  Akhir-akhir ini aku rutin membaca info skoliosis seperti saat pertama kali didiagnosis dulu. Bedanya, kali ini fokus ke info operasi. Derajat kemiringanku memang masuk kategori layak operasi. Hari ini aku akan konsultasi dengan dokter di RSCM, insyaAllah. Beberapa hari lalu Bunda chat, “Kalau memang keputusannya harus operasi, tunggu wisuda aja biar skripsinya tidak terganggu.” Aku spontan jawab, “Iya, semoga tidak operasi. InsyaAllah tidak.” Sebenarnya saat mengatakan ini aku ragu, apa betul tidak butuh operasi? Lantas koreksi tulang belakangmu bagaimana? Tiba-tiba bayangan akan operasi sehabis wisuda berdiri di depan mata. Takut. Ketakutanku bukan tak beralasan, kemungkinan lumpuh dan meninggal itu ada walaupun hanya sekian persen. Andaikata berhasil, pemulihan pascaoperasi betul-betul penuh perjuangan. Tidak boleh ang...

I'm Done

I'm done ya Mas, ya. Sudah cukup rasanya minggu-minggu belakangan memikirkan kau. Terlalu banyak tanya dalam pikiran yang tak dapat kuajukan. Terlalu banyak pertanda yang berusaha mengutarakan sesuatu yang sayangnya tak aku tahu. Minggu-minggu yang sendu telah menduduki titik jenuh. Whatever, I wanna be an independent woman from now on even if all of my friends say that I'm independent enough. I don't need men. Y'all just obstacles in my life.  Main-main saja kerja kalian padahal perempuan bukan mainan. Datang saat sepi, hilang saat tak lagi sendiri. Entah apalah mau kalian. Heran. Dasar laki-laki.  -- Tulisan ini terinspirasi dari lagu Miss Independent - Ne Yo. Aku mau sekali jadi wanita independen, mandiri, dan mampu mengerjakan segala-galanya sendiri. Move like a boss, do what a boss do, kata Ne Yo mah. Iya, kita itu bos dari diri kita sendiri. Jadi bos, Nad! Mundur teratur sana. Karena aku tidak lagi mau menaruh peduli.

Sulitnya Menerjemahkan

http://lamfaro.com/2014/01/08/gerak-tubuh-dalam-penerjemahan/ Rasanya seru jadi penerjemah karya sastra. Tidak mudah menguasai dua bahasa, bukan? Menerjemahkan karya sastra tentu lebih sulit lagi karena harus akrab dengan kata-kata puitis dan punya nilai rasa. Salah-salah memilih diksi, tulisan orang lain bisa terlihat kaku. :') Beberapa kali ditanya oleh teman dari jurusan sastra-sastra Eropa untuk tugas penerjemahan. Sumpah, terjemahan saya juga kaku. Kalau tulisan itu muncul di buku, pasti saya mengernyit heran, "Apa, nih, maksudnya? Kok ribet?" Menerjemahkan karya tidak bisa dilakukan secara harfiah kata per kata. Kita menerjemahkan konsep dan mengalihkan budaya satu ke budaya lain. Terkadang, kata-kata asing dipertahankan karena memang konsep budaya itu tidak dimiliki oleh budaya yang lain.

Dear, Rindu, ini Perdu

Dear, Rindu. Kamu tidak bosan-bosan menghampiriku, ya. Aku jadi susah segala-gala karena memikirkanmu. Kok bisa ya, aku sibuk memikirkan orang yang nggak menghidupiku sama sekali. Hahaha, kocak ya, Ndu? Cinta yang bisa bikin begini. Ndu, kata teman-temanku, aku harus melupakanmu. Ah, kamu sih, kok datang lekas-lekas. Aku yang sebenarnya masih terguncang jadi punya keberanian untuk menetapkan hati. Padamu. Akan tetapi, sepertinya keputusanku salah, Ndu. Aku terlalu terburu-buru. Kata mereka, aku harus hati-hati memilih pijakan. Untuk urusan hati, semua memang harus matang-matang dipikirkan. Aku nggak tahu bagaimana aku di matamu, tetapi kamu di mataku...mirip dengan kenalanku yang dulu-dulu, yang sayangnya sama-sama menoreh luka hati. Apa kamu juga berniat begitu padaku, Ndu? Jika iya, bilang, daripada menunggu nanti. Nanti akan tambah sakit...aku tidak mau.

You're amazing!

When I see your face There's not a thing that I would change 'Cause you're amazing Just the way you are Senyumku otomatis mengembang ketika tak sengaja mendengar lagu ini di warung makan. I used to have somebody who tells me this a long time ago, "Cause you're amazing just the way you are." Since he's not here no more so I'm saying this to myself. ♡ That's such a powerful sentence, you know? You are amazing just the way you are! :) You're beyond perfect, so stop shaming yourself. Stop feeling embarrassed or dissastified about yourself. You're wonderful and people notice that. Keep that in mind. Cheers and luv, Nadia Almira Sagitta

What makes you happy?

Do what makes you happy, Non. Makeup and modelling it is! :) Akhir-akhir ini dandan di kosan dalam rangka iseng. Ngelihat peralatan makeup tiba-tiba terlintas pikiran, "Semua ini akan kedaluwarsa pada waktunya." Sebelum itu, mending kumanfaatkan. Nggak mungkin full makeup kalau cuma ke kampus atau ke warung. Bahahah, know ur situation kali. Jadi yah, makeup -an di rumah adalah salah satu solusi untuk meningkatkan keahlian mempercantik diri. Someday you'll need it for sure. #halah #apaan Setelah makeup biasanya iseng berdiri depan kaca dan bergaya bak foto model. Kocak, harusnya aku jadi model beneran: model catwalk, hahaha. Postur tubuh mendukung, wajah oke, pose bisa. Ya udahlah, sini mana modelling agency ? :p Hahaha, nggak ah cuy, nanti aku terkenal, terus wajahku terpampang di majalah-majalah fashion. Kan malu, nanti kamunya naksir. Huuu, nggak usah naksir kalau nggak mau nikahin. (/v\) Biarlah keanggunan dan keistimewaan diri hanya diketahui olehku dan ...

Ku Menunggu

Haruskah kubilang cinta Hati senang, namun bimbang Ada cemburu juga rindu Dan aku tetap menunggu (Rossa) Hahaha, tiba-tiba teringat lagu favorit zaman SMA ketika sedang jatuh cinta. Tahu ah, lagian siapa juga yang punya kekasih? Memangnya dia punya? Memangnya? Ah, jangan-jangan...