Skip to main content

Syarh Hadis Arba'in An-Nawawi: 11

"Abu Muhammad al-Hasan bin Ali bin Abu Thalib ra. cucu kesayangan Rasulullah SAW berkata, 'Aku hafal sabda Rasulullah SAW, "Tinggalkan perkara yang meragukanmu dan kerjakan perkara yang tidak meragukanmu.'" (HR Tirmidzi dan Nasa'i, Tirmidzi berkata: “Hadis ini hasan shahih”)

Sebelum membahas kandungan hadis, baiknya kita mengenal terlebih dahulu sosok Abu Muhammad Al Hasan bin Abi Thalib. Beliau adalah cucu Rasulullah, anak dari Ali bin Abi Thalib, dan saudara Al Husain. Beliau memiliki nama kunyah (nama yang diawali dengan abu/ummu) Abu Muhammad, sementara saudaranya, Al Husain, memiliki nama kunyah Abu Abdillah. Beliau lahir pada 3 H, sementara Al Husain lahir pada 4 H. Ketika Al Hasan lahir, sang ayah ingin memberinya nama Harb 'perang', namun Rasulullah menggantinya menjadi Al Hasan. Ketika Al Husein lahir, Ali bin Abi Thalib kembali menamainya Harb, tetapi Rasulullah segera menggantinya. Hal yang sama juga terjadi pada Muhsin, anak ketiga Ali bin Abi Thalib. Ini menandakan bahwa pentingnya memberi nama-nama yang baik pada anak.

Hasan dan Husain dijuluki sebagai roihanah-nya Rasulullah. Roihanah adalah bunga wangi semerbak dan indah. Dikatakan seperti itu karena mereka berdua sering diciumi Rasulullah. Keduanya adalah pemimpin para pemuda di surga. Al Hasan bersama Rasulullah hanya sampai ia berumur 7 tahun karena Rasulullah meninggal pada 9 H. Kedudukan Al Hasan lebih mulia daripada Al Husain, tetapi kaum Syiah lebih mengagung-agungkan Al Husain karena beliau wafat di Karbala. 

Berkaitan dengan Al Hasan, Rasulullah memberitakan bahwa Al Hasan akan mendamaikan dua kelompok kaum muslimin. Beberapa tahun kemudian, dugaan Rasulullah terbukti. Al Hasan mendamaikan penduduk Iraq dan Syam karena penduduk Syam telah membaiat Muawiyah menjadi khalifah, padahal penduduk Iraq telah lebih dulu membaiat Al Hasan. Al Hasan mengalah dan membiarkan Muawiyah menjadi khalifah demi terciptanya kerukunan antara dua kelompok ini. Penduduk Iraq dan Al Husain menyayangkan keputusan Al Hasan.

Kembali ke pembahasan hadis, "Tinggalkan perkara yang meragukanmu dan kerjakan perkara yang tidak meragukanmu,". Hadis ini dihukumi hasan sahih oleh Imam Tirmidzi. Hadis hasan sahih bermakna:
1. Apabila ada dua jalur sanad maka satu sanad hasan, satunya lagi sahih
2. Apabila hanya terdapat satu jalur sanad maka oleh sebagian ahli hadis dihukumi sahih dan oleh ahli hadis lainnya dihukumi hasan 

Makna hadis ini mirip dengan hadis arba'in yang keenam, yakni sama-sama berkata tentang meninggalkan syubhat (perkara yang samar). 

Faidah hadis ini:
1. Islam tidak mengajarkan umatnya memiliki keresahan. Jika menginginkan ketenangan maka tinggalkanlah perkara-perkara yang meragukan.
2. Jika keraguan berbenturan dengan keyakinan maka kita pilih yang meyakinkan. Hal ini sejalan dengan kaidah fikih Al yaqina la yazulu bi syakk 'keyakinan tidak bisa dihilangkan karena adanya keraguan'. Misal, seseorang telah berwudu lalu ia ragu apakah wudunya batal atau tidak maka wudunya tetap dianggap sah. Intinya, mana yang lebih meyakinkan di hati, itu yang diambil.

*Kajian Syarh An-Nawawi rutin dilaksanakan selama 20 Ramadan awal kecuali tiap Selasa dan Jumat pada pukul 08.30--10.00 di selasar selatan Masjid Ukhuwah Islamiyah, Universitas Indonesia. Kajian pada hari Sabtu dan Minggu tetap ada.

Sumber:
Mistu, Musthafa Dieb Al-Bugha Muhyidin. 2016. Al-Wafi Syarah Kitab Arba'in An-Nawawiyah: Menyelami Makna 40 Hadits Rasulullah. Jakarta: Al'I'tishom.
http://kajian-islam.id/mengenal-hadits-hasan/
http://abul-jauzaa.blogspot.co.id/2009/04/fiqh-pemberian-nama-dan-hal-hal-yang.html
https://mahluktermulia.wordpress.com/2010/04/17/hasan-dan-husein/
https://konsultasisyariah.com/397-hukum-nama-kunyah.html


Comments

Popular posts from this blog

Autobiografi masuk di Universitas Indonesia

Di tengah asyiknya membicarakan jurusan saat kuliah nanti, “Nad, mau masuk apa pas kuliah?” “InsyaAllah, Sastra Indonesia UI.” “Kok sastra Indonesia, sih?” * * * Pertanyaan itu kerap kali terngiang di telinga tatkala aku menyebutkan jurusan idamanku. Mengapa? Apa ada yang salah? Tak pantaskah aku mengecap ilmu di jurusan yang bertitel sastra Indonesia? Pertanyaan yang begitu merasuk hati, mengganggu. Dalam hati, aku hanya bisa berharap semoga orang tuaku merestui jurusan ini. Namun alangkah sayangnya, ternyata keinginanku ditolak mentah-mentah, apalagi oleh ibuku. Beliau tidak meridai keinginanku berkuliah di jurusan sastra. “Kalau tetap bersikeras kuliah di situ, saya tidak mau membiayai,” MasyaAllah! Apa yang ada di pikiran beliau saat itu? Bagaimana pula aku bisa membiayai kuliah sendiri? Ayah mencoba memberi saran, “Coba Nadia cari jurusan lain. Kamu sudah berbalik arah ke IPS, kan? Jurusan banyak, kok, bukan cuma sastra Indonesia. Apa kamu takut tidak lulus ...

2015 - Skoliosis

Skoliosis. Masih ingatkah dengan pelajaran Penjaskes di SD dulu? Kifosis, lordosis, dan skoliosis. Beberapa bulan ini, aku mengeluh sakit punggung. Tak bisa telentang dan menghirup napas panjang. Sakit. Rasanya, tulang rusuk tertarik oleh tulang belakang tiap bernapas. Rasanya dada ditekan kuat-kuat kalau telentang. Belum lagi pegal-pegal tiap bangun tidur. Kemudian, datanglah temanku berkata bahwa tulang kananku menonjol dibanding yang kiri. Tanteku juga mengatakan hal yang sama.  Jadilah, 15 Januari 2015 lalu aku ke dokter ortopedi. Dokter Tejo namanya. Dia berperawakan tinggi dan tegak. Dia lebih tinggi dari saya. Hahahha. Pas banget deh jadi dokter spesialis tulang. Dari sana, aku menuju ruang radiologi. Kunjungan pertamaku ke sana, yeayyyy! (Terus bangga). Bertukar pakaian dengan baju rumah sakit, berdiri di depan kamera khusus, dan voila! Jadilah foto hitam putih bergambar tulang rusuk serta tulang punggungku. Foto x-ray kah itu? Entahlah. Dua foto hitam itu me...

Review Salon Flaurent Jogja

Heyyyy, guys! Kali ini, saya mau review salon Flaurent Jogja yang baru saja saya kunjungi tadi. Dua tahun lalu, saya juga sempat ke sini bareng ibu, nah kali ini bareng tante. Bisa dibilang, ini salon perempuan pertama yang saya datangi dan memprakarsai hobi baru saya di Depok, yakni nyalon. Wakakaka. Tanteku memberi saran untuk mengambil paket mini yang terdiri dari body spa, hair spa, dan facial . Tiga perawatan ini bisa kalian ambil dengan merogoh kocek Rp125.000,00. Gila. Ini-murah-banget! Salon langgananku aja bisa kena biaya sekitar Rp300.000,00.

Review Bedak Tabur La Tulipe vs Revlon

Kamis, 16 Juli 2015, kuputuskan untuk mengganti bedak tabur La Tulipe-ku. Bukannya kenapa, aku curiga jerawatku yang makin menjadi ini disebabkan oleh ketidakcocokan wajahku dengan bedak tersebut. Kulit wajahku adalah kulit berminyak— lets say, very oily ! Gegara ini, aku gampang jerawatan dan sekilas wajahku terlihat kusam tanpa bedak. Oleh karena itu, bedak merupakan barang wajib yang harus ada di tas. Sejak SMP hingga SMA, aku selalu menggunakan bedak padat Pigeon rekomendasi ibuku. Semenjak kuliah aku iseng mencoba-coba bedak baru, salah satunya bedak tabur. Berdasarkan informasi yang kudapat dari berbagai beauty blogger , jenis bedak yang cocok untuk kulit berminyak adalah bedak tabur atau loose powder. Alasannya, tekstur bedak tabur tidak menghambat pori-pori seperti bedak padat. Nah, aku baru beralih ke bedak tabur setahunan lebih ini. Aku pernah mencoba produk Pigeon, Wardah, Viva, La Tulipe, dan sekarang Revlon. Postingan kali ini membahas dua merk bedak tabur, yakni ...