Skip to main content

My Hair Care Products!

dok. pribadi

It's funny when we always say, "I don't have time to properly use my skin and haircare!" But if we do have time, we still reasoning, "I'm too lazy for that." Wkwkw.

Mengenakan jilbab tidak berarti mengabaikan kesehatan rambut, duh of course. Iya, aku tahu kamu malas merawat rambut, aku juga kadang merasa begitu. Ditutup ini...nggak ada yang lihat. But keep in mind, kamu dan keluargamu bakal tetap lihat kondisi rambutmu. Memangnya mau awut-awutan sepanjang hari? Hati-hati, jangan saingan sama Lion King. :P

Nah, aku mau cerita soal produk perawatan rambut yang kugunakan di luar sampo, kondisioner, dan masker. Ada hair tonic, hair serum, hair oil, dan hair mist. Hair tonic Rudy Hadisuwarno biasanya kupakai setelah keramas. Aku agak jarang pakai produk ini sekarang soalnya sudah nggak pakai rangkaian RH, tetapi tetap harus kupakai sampai habis! (iyalah, kan sudah beli) Kapan-kapan aku cerita, deh, soal RH hair loss treatment series. Fungsinya menjaga kekuatan dan menutrisi akar rambut dan membantu mengurangi kerontokan.

Hair serum dan hair oil merupakan produk Naturals dari Watsons. Sewaktu beli dulu, aku sedang keranjingan produk berbahan natural dan bebas paraben. Kebetulan, Olive Hair Serum dan Argan Hair Oil Naturals bebas paraben. Aku nggak pakai dua produk ini bersamaan secara fungsinya hampir mirip. Hair serum-nya mempertahankan kelembaban, menghaluskan rambut, dan membuat rambut antikusut, sementara ada tambahan fungsi menutrisi dan menguatkan rambut untuk hair oil. Aku lebih suka hair serum daripada hair oil-nya. Jauh lebih melembutkan hair serum, menurutku. Wanginya pun lebih lembut olive daripada argan. Argan hair oil, tuh, wanginya mirip kacang! Kadang, kedua produk ini aku ganti dengan Ellips vitamin rambut. Mana yang sesuai mood hari itu saja, sih (anaknya moody-an). Dua produk ini boleh banget dicoba untuk kamu yang memiliki rambut kering. Bagi yang punya rambut berminyak mungkin kurang nyaman melihat lapisan minyak tambahan dari dua produk ini, tetapi tidak ada salahnya dicoba. Harganya sekitar Rp60.000,00-an di Watsons. Terkadang untuk produk Naturals, mereka ada diskon! Aku beli pas diskon. :P

Terakhir ada hair mist, nih. Ini opsional karena nggak membawa pengaruh apa-apa selain keharuman. Kalau nggak lagi keramas, kan, nggak wangi, nah semprotkan saja hair mist! Sejauh ini aku baru menggunakan hair mist Sariayu dan Makarizo. Personally, aku lebih suka wanginya Makarizo hair fragrance apalagi ada empat varian. Wangi hair mist Sariayu kurang menarik dan agak menyengat. Harganya lebih murah Sariayu karena ukuran botolnya cukup besar. Sementara itu, dengan harga yang berbeda tipis, kamu hanya dapat Makarizo ukuran kecil. Ini penting, ya, bagi perempuan perhitungan. Hahaha. Harganya sekitar belasan ribu.

Urutan pakainya gimana, Nad?
Jika aku sedang ingin mendedikasikan hari khusus untuk memanjakan rambut, urutan pakaiku begini:
  1. Sampo
  2. Masker rambut (kalau maskeran, aku nggak pakai kondisioner)
  3. Hair tonic
  4. Hair serum/hair oil/vitamin rambut (don't use these altogether otherwise your hair will become too oily!)
  5. Hair mist
Lebih baik jika kamu merutinkan pemakaian produk keempat dan kelima setiap hari meskipun tidak keramas. Another tip bagi kamu yang berjilbab, biasakanlah menggerai rambut di saat kamu melepaskan jilbab. Kasihan, kan, diikat terus-menerus. Rambut juga butuh istirahat. Kalau gerah, pilih ikat rambut yang longgar berbentuk kriwil-kriwil, they call it scrunchie in English. Jangan pernah pakai karet gelang!

Baiklah, segini saja pengenalan produk perawatan rambut milikku. Kalau ada produk tambahan, tentu akan aku buatkan postingan khusus. Semoga informasi dariku bermanfaat untuk kalian. Yuk, saling berbagi informasi dan ulasan produk! :D

Cheers,
Nadia Almira Sagitta

Comments

Popular posts from this blog

Irish!

Irlandia. Sebuah kota yang tak terlalu kuketahui keberadaannya sebelum aku berkenalan dengan Emily dan Patrick. Siapa mereka? Tenang, mari kuperkenalkan. Ti presento gli miei amici, Sg. Patrick e Sg.ra. Emily O'Malley! Mereka berdua tokoh dalam game favoritku, Emily's True Love, Emily's Wonder Wedding, dan Emily's Honeymoon Cruise. Both of them are really cute couple! Love them! ♡♡♡ Patrick berasal dari Irlandia. Saat Emily merencanakan pernikahan dengan Patrick, mereka berdua berangkat ke Irlandia. Kota itu sangat indah walaupun hanya terlukis dalam permainan belaka. Legenda yang hidup di kota itu, yakni Lady Mary's Well, juga menarik. Pakaian tradisional mereka yang berwarna hijau kotak-kotak hijau juga sangat cantik. Singkatnya aku penasaran dengan Irlandia. Tiba-tiba saja aku mendapat kabar bahwa Duolingo--aplikasi belajar bahasa--meluncurkan bahasa Irlandia! Selangkah lebih dekat dengan Irlandia, Nad! Selamat belajar, diriku. Hopefully, someday I will meet ...

Autobiografi masuk di Universitas Indonesia

Di tengah asyiknya membicarakan jurusan saat kuliah nanti, “Nad, mau masuk apa pas kuliah?” “InsyaAllah, Sastra Indonesia UI.” “Kok sastra Indonesia, sih?” * * * Pertanyaan itu kerap kali terngiang di telinga tatkala aku menyebutkan jurusan idamanku. Mengapa? Apa ada yang salah? Tak pantaskah aku mengecap ilmu di jurusan yang bertitel sastra Indonesia? Pertanyaan yang begitu merasuk hati, mengganggu. Dalam hati, aku hanya bisa berharap semoga orang tuaku merestui jurusan ini. Namun alangkah sayangnya, ternyata keinginanku ditolak mentah-mentah, apalagi oleh ibuku. Beliau tidak meridai keinginanku berkuliah di jurusan sastra. “Kalau tetap bersikeras kuliah di situ, saya tidak mau membiayai,” MasyaAllah! Apa yang ada di pikiran beliau saat itu? Bagaimana pula aku bisa membiayai kuliah sendiri? Ayah mencoba memberi saran, “Coba Nadia cari jurusan lain. Kamu sudah berbalik arah ke IPS, kan? Jurusan banyak, kok, bukan cuma sastra Indonesia. Apa kamu takut tidak lulus ...

JAFF's Asian Perspectives 2017

sumber gambar The Hose (2017) Mansour Forouzesh 14 menit sumber gambar Seorang guru sekolah dasar, Nobari, mulai menyadari metode hukuman dengan kekerasan fisik yang selama ini digunakannya tidak memberikan efek yang signifikan. Hari itu, Nobari menceritakan perihal metode ajar pada murid-murid dan membuang pecut kesayangannya. Pelajaran hari itu dimulai dengan soal perkalian. Shalbaaf, seorang murid, tidak bisa menjawab pertanyaan Nobari yang membuat Nobari memarahinya di kelas. Keesokan harinya, Nobari membuka kado dari Shalbaaf dengan rasa penasaran yang berganti tegang: kado itu berisi beberapa pecut baru. Nobari gagal mengatur emosinya saat mengajar. Apa bedanya ia menggunakan pecut dan tidak kalau emosi kesalnya terhadap murid masih mendominasi? Kedua hukuman itu sama-sama memicu trauma. Luka dari kekerasan fisik dapat pudar menghilang, tetapi luka dari kekerasan verbal membekas sampai entah. Is he a good teacher on my opinion? Nope. Women of The Weepi...

Bermain Definisi

dok. pribadi jepretan Augita P. R. Di sebuah kafe sepulang kerja, Maharani memilih tempat duduk di dekat jendela. Kafe senja itu sepi. Barangkali menu yang ditawarkan memang tidak cocok untuk pundi-pundi masyarakat Yogya. Ia sendiri hanya memesan kopi, lain tidak. Baru beberapa kali seruput, ia meluapkan tangis di sana, tak peduli pada pelayan yang curi-curi pandang penasaran. Di tengah-tengah, ia menelepon sahabatnya. "Menurut kamu apa definisi cinta?" "Ng, bagiku cinta itu rasa nyaman nan penuh bunga yang mendorong penikmatnya untuk merajut masa depan bersama." "Definisi kamu manis sekali." "Ah, paling kau mencibirku di sana." "Hm, definisimu manis dan aku suka, tetapi terlalu banyak variabelnya. Sederhanakan. Buat definisi yang mencakup seluruh jenis cinta." "Ya ... definisiku memang khusus cinta kepada pasangan hidup." "Itulah. Ayo, susun lagi!" Setelah asyik dengan definisi cinta, nikmat, da...