Skip to main content

Sahabat: Pendengar Setia

"Jangan bohongi perasaanmu. Akuilah apa adanya."
"Aku tidak pernah ingin membohongi perasaanku. Orang lainlah yang membuatku berpura-pura. Gara-gara ada aturan, ada tata krama, ada tatanan sosial, aku tidak bisa bebas menjadi diri sendiri. Ketika aku menunjukkan diriku yang sebenarnya, aku selalu saja tampak salah. Padahal, inilah aku apa adanya."
"Nah. Saya juga tidak suka itu."
"Ya. Hahaha kita, sih, yang salah karena mengutamakan rasa daripada akal."
"Akan tetapi, saya akan selalu ada di sampingmu, mendukung apa pun keputusan yang kau buat."
"Dan jadi kawan yang menghibur jikalau akhirnya aku menyesal dan nangis?"
"Hahaha, ya."
--


Tatkala kita berbuat salah, kita tak ingin dihakimi apalagi dipaksa. Terkadang, keluh kesah kita cukup didengarkan. Hati kita ingin dibuat lega, bukan dibuat takut karena dosa. Kawanilah ia, sahabatmu, yang mungkin saat ini berada di titik terendahnya.

Tidak pernah kita sempurna seutuhnya, kau tahu? Jangan menambah beban dengan mengungkit kesempurnaan yang dulunya ia miliki. Kau sendiri percaya kehidupan itu berputar layaknya roda, bagaimana mungkin kau berekspektasi bahwa dia 'kan selalu mengawang di atas? Bahwa dia dengan mudahnya 'kan kembali menjadi dirinya seperti sedia kala? Kau sendiri percaya ada proses yang mesti dijalani tiap manusia dan rentang waktu penyelesaiannya pun berbeda-beda. Lantas, mengapa dia kau anggap perkecualian?

Maka rengkuhlah ia kembali. Dengan senyum, tanpa penghakiman. Karena ia yang kabarnya sedang mencecap hidup hanya butuh engkau, yang berjanji tidak akan meninggalkannya dalam sepi dan sendirinya.

Cheers and luv,
Nadia Almira Sagitta

Comments

Popular posts from this blog

Dialog Zainuddin Hayati

"Saya akan berterus terang kepadamu. Saya akan jujur kepadamu. Akan saya panggil kembali namamu, sebagaimana dahulu pernah saya panggilkan. Zainuddin. Saya sudi menanggung segenap cobaan yang menimpa diriku asalkan kau sudi memaafkan segenap kesalahanku." "Maaf? Kau regas segenap pucuk pengharapanku, kau patahkan, kau minta maaf?" "Mengapa kau jawab aku sekejam itu, Zainuddin? Sudah hilangkah tentang kita dari hatimu? Janganlah kau jatuhkan hukuman. Kasihanilah perempuan yang ditimpa musibah berganti-ganti ini." "Iya, demikianlah perempuan. Ia hanya ingat kekejaman orang kepada dirinya walaupun kecil dan ia lupa kekejamannya sendiri pada orang lain padahal begitu besarnya. Lupakah kau siapakah di antara kita yang kejam? Bukankah kau yang telah berjanji ketika saya diusir oleh ninik-mamakmu karena saya asalnya tidak tentu, orang hina-dina, tidak tulen Minangkabau! Ketika itu kau antarkan saya ke simpang jalan, kau berjanji akan menunggu kedatanga...

Review Bedak Tabur La Tulipe vs Revlon

Kamis, 16 Juli 2015, kuputuskan untuk mengganti bedak tabur La Tulipe-ku. Bukannya kenapa, aku curiga jerawatku yang makin menjadi ini disebabkan oleh ketidakcocokan wajahku dengan bedak tersebut. Kulit wajahku adalah kulit berminyak— lets say, very oily ! Gegara ini, aku gampang jerawatan dan sekilas wajahku terlihat kusam tanpa bedak. Oleh karena itu, bedak merupakan barang wajib yang harus ada di tas. Sejak SMP hingga SMA, aku selalu menggunakan bedak padat Pigeon rekomendasi ibuku. Semenjak kuliah aku iseng mencoba-coba bedak baru, salah satunya bedak tabur. Berdasarkan informasi yang kudapat dari berbagai beauty blogger , jenis bedak yang cocok untuk kulit berminyak adalah bedak tabur atau loose powder. Alasannya, tekstur bedak tabur tidak menghambat pori-pori seperti bedak padat. Nah, aku baru beralih ke bedak tabur setahunan lebih ini. Aku pernah mencoba produk Pigeon, Wardah, Viva, La Tulipe, dan sekarang Revlon. Postingan kali ini membahas dua merk bedak tabur, yakni ...

Review Salon Flaurent Jogja

Heyyyy, guys! Kali ini, saya mau review salon Flaurent Jogja yang baru saja saya kunjungi tadi. Dua tahun lalu, saya juga sempat ke sini bareng ibu, nah kali ini bareng tante. Bisa dibilang, ini salon perempuan pertama yang saya datangi dan memprakarsai hobi baru saya di Depok, yakni nyalon. Wakakaka. Tanteku memberi saran untuk mengambil paket mini yang terdiri dari body spa, hair spa, dan facial . Tiga perawatan ini bisa kalian ambil dengan merogoh kocek Rp125.000,00. Gila. Ini-murah-banget! Salon langgananku aja bisa kena biaya sekitar Rp300.000,00.

Seratus Buku Sastra yang Patut Dibaca Sebelum Dikuburkan

sumber gambar Pagi ini aku mencari daftar buku sastra Indonesia yang harus kubaca di Google. Aku menemukan daftar buku berikut di Goodreads berdasarkan buku terbitan Indonesia Buku berjudul Seratus Buku Sastra yang Patut Dibaca Sebelum Dikuburkan . Nah, di sini aku kutip bulat-bulat daftar dari mereka dengan menambahkan penanda kuning dan biru. Warna kuning berarti buku yang tamat kubaca, sementara warna biru bermakna buku-buku yang belum kutuntaskan. Ternyata secuil sekali yang kutahu! Haduh! 1. Student Hidjo karya Mas Marco Kartodikromo (1919) 2. Azab dan Sengsara karya Merari Siregar (1920) 3. Hikayat Kadiroen karya Semaoen (1920) 4. Sitti Nurbaya (Kasih Tak Sampai) karya Marah Rusli (1922) 5. Tanah Air karya Muhammad Yamin (1922) 6. Salah Asuhan karya Abdoel Moeis (1928) 7. Melawat Ke Barat karya Adinegoro (1930) 8. Kalau Tak Untung karya Selasih (1933) 9. Kenang-Kenangan karya Dokter Soetomo (1934) 10. Lajar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana (1936) 11. Nya...