Skip to main content

Film What To Expect When You're Expecting

Baru saja aku selesai menonton film What To Expect When You're Expecting. Film ini menceritakan kisah lima pasangan, yaitu

1. Wendy dan Gary,
2. Jules dan Evan,
3. Rosie dan Marco,
4. Skyler dan Ramsey, dan
5. Holly dan Alex.

Mereka memiliki kisah kehamilan yang berbeda-beda. Ada suami yang tidak siap menjadi ayah, ada yang keguguran, ada yang harus dioperasi caesar kendati ia sangat menginginkan kelahiran normal, ada yang mengalami proses kehamilan dan melahirkan yang super-duper nyaman, ada pasangan yang mandul, ada yang sering berselisih paham karena keduanya jarang menghabiskan waktu berdua, dan lain-lain. 
 
Aku tidak bermaksud menuliskan ringkasan filmnya (karena kepanjangan!), aku hanya mau membeberkan beberapa hal yang ngena banget. Aku nangis, lho, saat ada yang keguguran dan mandul. Sumpah, pasti sedih banget rasanya kehilangan anak yang sangat dinanti-nantikan. Bahkan ada dialog si istri menyalahkan dirinya sendiri, "I'm the one who can't do the one thing that a woman is supposed to be able to do." Oh God, dear husbands out there, your wives need you to support them in this kind of situation. :') 
 
Ada satu adegan mengharukan favoritku, nih. Si suami pulang lebih awal dan segera memeluk istrinya, "I don't want anyone else taking care of you, that's my job. I just want our baby safe, okay?" Setelah itu, ia menekurkan kepala di atas perut istrinya dan berbisik, "Dad is here. Dad is here."

Aaaaw, so sweeeeet. I'm melting right now. ♡♡♡
 
Adegan mengharukan lainnya, ya, proses melahirkan. OMG, terharu banget ngelihat para suami berdiri di samping istrinya, merengkuh atau menggenggam tangan istrinya, dan menyemangati mereka. You can do it! Ahaha tetapi ada yang lucu juga, sih. Ada suami yang mengerutkan dahi dan terbengong heran saat melihat wajah istrinya yang kesakitan. Doi speechless kali, ya. Yoi kawan, melahirkan itu sakit. Itu kesimpulanku setelah menonton beberapa episode One Born Every Minute. Hohoho, ngilu sendiri. >,< So be sure to be there and give your best support to your lovely wife! ♡♡♡

Aku, sih, paling suka adegan setelah prosesi kelahiran, si suami menghampiri istrinya lalu mengecup kening dan bibirnya. Kadang ada yang bilang, "Thank you." Kira-kira maksudnya itu, "Makasih sudah berjuang melahirkan anak kita, luv." Oemjiiiiii manis bangeeeet. I can't breathe... (/v\) 
 
Intinya, film ini bagus dan layak ditonton oleh pasangan yang menanti kelahiran, pasangan yang baru menikah, atau bahkan yang masih sendiri-mandiri sepertiku. (ups!)
 
Kamu sudah nonton filmnya? Silakan beri komentar di bawah ini.
 
Luv,
Nadia Almira Sagitta

Comments

Popular posts from this blog

Dialog Zainuddin Hayati

"Saya akan berterus terang kepadamu. Saya akan jujur kepadamu. Akan saya panggil kembali namamu, sebagaimana dahulu pernah saya panggilkan. Zainuddin. Saya sudi menanggung segenap cobaan yang menimpa diriku asalkan kau sudi memaafkan segenap kesalahanku." "Maaf? Kau regas segenap pucuk pengharapanku, kau patahkan, kau minta maaf?" "Mengapa kau jawab aku sekejam itu, Zainuddin? Sudah hilangkah tentang kita dari hatimu? Janganlah kau jatuhkan hukuman. Kasihanilah perempuan yang ditimpa musibah berganti-ganti ini." "Iya, demikianlah perempuan. Ia hanya ingat kekejaman orang kepada dirinya walaupun kecil dan ia lupa kekejamannya sendiri pada orang lain padahal begitu besarnya. Lupakah kau siapakah di antara kita yang kejam? Bukankah kau yang telah berjanji ketika saya diusir oleh ninik-mamakmu karena saya asalnya tidak tentu, orang hina-dina, tidak tulen Minangkabau! Ketika itu kau antarkan saya ke simpang jalan, kau berjanji akan menunggu kedatanga...

Seratus Buku Sastra yang Patut Dibaca Sebelum Dikuburkan

sumber gambar Pagi ini aku mencari daftar buku sastra Indonesia yang harus kubaca di Google. Aku menemukan daftar buku berikut di Goodreads berdasarkan buku terbitan Indonesia Buku berjudul Seratus Buku Sastra yang Patut Dibaca Sebelum Dikuburkan . Nah, di sini aku kutip bulat-bulat daftar dari mereka dengan menambahkan penanda kuning dan biru. Warna kuning berarti buku yang tamat kubaca, sementara warna biru bermakna buku-buku yang belum kutuntaskan. Ternyata secuil sekali yang kutahu! Haduh! 1. Student Hidjo karya Mas Marco Kartodikromo (1919) 2. Azab dan Sengsara karya Merari Siregar (1920) 3. Hikayat Kadiroen karya Semaoen (1920) 4. Sitti Nurbaya (Kasih Tak Sampai) karya Marah Rusli (1922) 5. Tanah Air karya Muhammad Yamin (1922) 6. Salah Asuhan karya Abdoel Moeis (1928) 7. Melawat Ke Barat karya Adinegoro (1930) 8. Kalau Tak Untung karya Selasih (1933) 9. Kenang-Kenangan karya Dokter Soetomo (1934) 10. Lajar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana (1936) 11. Nya...

Review Bedak Tabur La Tulipe vs Revlon

Kamis, 16 Juli 2015, kuputuskan untuk mengganti bedak tabur La Tulipe-ku. Bukannya kenapa, aku curiga jerawatku yang makin menjadi ini disebabkan oleh ketidakcocokan wajahku dengan bedak tersebut. Kulit wajahku adalah kulit berminyak— lets say, very oily ! Gegara ini, aku gampang jerawatan dan sekilas wajahku terlihat kusam tanpa bedak. Oleh karena itu, bedak merupakan barang wajib yang harus ada di tas. Sejak SMP hingga SMA, aku selalu menggunakan bedak padat Pigeon rekomendasi ibuku. Semenjak kuliah aku iseng mencoba-coba bedak baru, salah satunya bedak tabur. Berdasarkan informasi yang kudapat dari berbagai beauty blogger , jenis bedak yang cocok untuk kulit berminyak adalah bedak tabur atau loose powder. Alasannya, tekstur bedak tabur tidak menghambat pori-pori seperti bedak padat. Nah, aku baru beralih ke bedak tabur setahunan lebih ini. Aku pernah mencoba produk Pigeon, Wardah, Viva, La Tulipe, dan sekarang Revlon. Postingan kali ini membahas dua merk bedak tabur, yakni ...

Review Salon Flaurent Jogja

Heyyyy, guys! Kali ini, saya mau review salon Flaurent Jogja yang baru saja saya kunjungi tadi. Dua tahun lalu, saya juga sempat ke sini bareng ibu, nah kali ini bareng tante. Bisa dibilang, ini salon perempuan pertama yang saya datangi dan memprakarsai hobi baru saya di Depok, yakni nyalon. Wakakaka. Tanteku memberi saran untuk mengambil paket mini yang terdiri dari body spa, hair spa, dan facial . Tiga perawatan ini bisa kalian ambil dengan merogoh kocek Rp125.000,00. Gila. Ini-murah-banget! Salon langgananku aja bisa kena biaya sekitar Rp300.000,00.