Skip to main content

Pendokumentasi Bahasa

Hari ini aku merasa sangaaaaaaat lega. Kenapa?  Kemarin aku berdiskusi dengan Ayahku menyoal kontribusi warga negara terhadap negaranya. Aku sempat khawatir dicap pembelot apabila bekerja pada lembaga asing. Diskusi kami bisa dilihat di sini. Berangkat dari setumpuk kekhawatiran, aku menelusuri kembali situs www.hrelp.org--suatu proyek pekerjaan impianku--dan mengaduk-aduk informasi program ELDP. Di situs tersebut, aku menemukan ini:

"We provide grants for the linguistic documentation of endangered languages worldwide. Anybody with qualifications in linguistic language documentation can apply as we have no restrictions on the nationality of the applicant or on the location of the host institution."


Peneliti dari kewarganegaraan apa pun dapat didanai untuk menjalankan proyek di daerah mana pun di dunia! Gosh, such a relief! Aku bisa tetap bekerja di Indonesia, mendokumentasikan bahasa daerah di Indonesia, dan memajang hasil penelitianku di situs ELAR yang dapat diakses oleh semua orang secara gratis! Much better tentunya karena bahasa itu punya kesempatan untuk dikenali oleh orang banyak berhubung prestise lembaga satu ini tinggi sekali. Aku sudah tahu mau jadi apa di masa depan! ^0^)/

Oh ya, sebelumnya aku ingin menjelaskan ELDP. ELDP--stands for Endangered Language Documentation Programme--adalah bagian dari HRELP (Hans Rausing Endangered Language Project) yang berfokus pada pendokumentasian bahasa. ELDP didanai sepenuhnya oleh Arcadia, sebuah foundation yang berfokus pada pelindungan kebudayaan yang terancam punah. Oleh karena bahasa tergolong budaya, Arcadia ikut mendanai proyek pendokumentasian bahasa. ELDP sudah banyak menelurkan grantee berbakat yang memberikan sumbangsih besar terhadap bahasa-bahasa yang terancam punah. Berikut ini daftar grantee ELDP sepanjang perjalanannya. http://www.hrelp.org/grants/projects/index.php

Apabila kalian perhatikan secara saksama, umumnya grantee ELDP berasal dari empat universitas terbaik, yakni School of Oriental and African Studies (SOAS), Univ. of Texas Austin, Australia National University (ANU), dan Univ. Hawaii of Manoa (UHM). Aku memang menargetkan lulus di salah satu universitas ini! Universitas-universitas yang telah kusebutkan memiliki jurusan yang berfokus pada bidang dokumentasi bahasa. Apabila aku memang ingin menjadi peneliti bahasa, sebaiknya aku menimba ilmu di tempat terbaik, bukan? Toh, ELDP mencari peneliti yang memiliki landasan ilmu yang kuat maka sebaiknya aku berkuliah di salah satu institusi itu. Aamiin, aamiin ya Mujiib.

Prof. Mia, engkau tidak perlu khawatir. InsyaaAllah aku akan menyelamatkan 75 bahasa daerah Indonesia yang termasuk kategori mengkhawatirkan (EGIDS) itu. Tatkala engkau menyebutkan keresahanmu tadi, aku diam-diam menitikkan air mata karena terbawa perasaan, "Ayo, mungkin salah satu dari kita hari ini ada yang sudi mengabdikan diri pada nusa dan bangsa untuk menyelamatkan 75 bahasa tadi. Ini kekayaan budaya bangsa, lho."

Aku melanglang ke London dulu ya, Prof. Setelah itu, aku pulang ke Indonesia dan mulai bekerja. Aamiin, semoga Allah meridai jalan hidupku.

Sebagai penutup kisah cita-cita mulia ini, aku mengutip slogan HRELP, "Because every last word means another last world." That is why we should try to save those languages through documentation dan revitalization process.

Salam,
Nadia Almira Sagitta
calon pendokumentasi bahasa di Indonesia

Comments

Popular posts from this blog

Irish!

Irlandia. Sebuah kota yang tak terlalu kuketahui keberadaannya sebelum aku berkenalan dengan Emily dan Patrick. Siapa mereka? Tenang, mari kuperkenalkan. Ti presento gli miei amici, Sg. Patrick e Sg.ra. Emily O'Malley! Mereka berdua tokoh dalam game favoritku, Emily's True Love, Emily's Wonder Wedding, dan Emily's Honeymoon Cruise. Both of them are really cute couple! Love them! ♡♡♡ Patrick berasal dari Irlandia. Saat Emily merencanakan pernikahan dengan Patrick, mereka berdua berangkat ke Irlandia. Kota itu sangat indah walaupun hanya terlukis dalam permainan belaka. Legenda yang hidup di kota itu, yakni Lady Mary's Well, juga menarik. Pakaian tradisional mereka yang berwarna hijau kotak-kotak hijau juga sangat cantik. Singkatnya aku penasaran dengan Irlandia. Tiba-tiba saja aku mendapat kabar bahwa Duolingo--aplikasi belajar bahasa--meluncurkan bahasa Irlandia! Selangkah lebih dekat dengan Irlandia, Nad! Selamat belajar, diriku. Hopefully, someday I will meet ...

Autobiografi masuk di Universitas Indonesia

Di tengah asyiknya membicarakan jurusan saat kuliah nanti, “Nad, mau masuk apa pas kuliah?” “InsyaAllah, Sastra Indonesia UI.” “Kok sastra Indonesia, sih?” * * * Pertanyaan itu kerap kali terngiang di telinga tatkala aku menyebutkan jurusan idamanku. Mengapa? Apa ada yang salah? Tak pantaskah aku mengecap ilmu di jurusan yang bertitel sastra Indonesia? Pertanyaan yang begitu merasuk hati, mengganggu. Dalam hati, aku hanya bisa berharap semoga orang tuaku merestui jurusan ini. Namun alangkah sayangnya, ternyata keinginanku ditolak mentah-mentah, apalagi oleh ibuku. Beliau tidak meridai keinginanku berkuliah di jurusan sastra. “Kalau tetap bersikeras kuliah di situ, saya tidak mau membiayai,” MasyaAllah! Apa yang ada di pikiran beliau saat itu? Bagaimana pula aku bisa membiayai kuliah sendiri? Ayah mencoba memberi saran, “Coba Nadia cari jurusan lain. Kamu sudah berbalik arah ke IPS, kan? Jurusan banyak, kok, bukan cuma sastra Indonesia. Apa kamu takut tidak lulus ...

JAFF's Asian Perspectives 2017

sumber gambar The Hose (2017) Mansour Forouzesh 14 menit sumber gambar Seorang guru sekolah dasar, Nobari, mulai menyadari metode hukuman dengan kekerasan fisik yang selama ini digunakannya tidak memberikan efek yang signifikan. Hari itu, Nobari menceritakan perihal metode ajar pada murid-murid dan membuang pecut kesayangannya. Pelajaran hari itu dimulai dengan soal perkalian. Shalbaaf, seorang murid, tidak bisa menjawab pertanyaan Nobari yang membuat Nobari memarahinya di kelas. Keesokan harinya, Nobari membuka kado dari Shalbaaf dengan rasa penasaran yang berganti tegang: kado itu berisi beberapa pecut baru. Nobari gagal mengatur emosinya saat mengajar. Apa bedanya ia menggunakan pecut dan tidak kalau emosi kesalnya terhadap murid masih mendominasi? Kedua hukuman itu sama-sama memicu trauma. Luka dari kekerasan fisik dapat pudar menghilang, tetapi luka dari kekerasan verbal membekas sampai entah. Is he a good teacher on my opinion? Nope. Women of The Weepi...

Bermain Definisi

dok. pribadi jepretan Augita P. R. Di sebuah kafe sepulang kerja, Maharani memilih tempat duduk di dekat jendela. Kafe senja itu sepi. Barangkali menu yang ditawarkan memang tidak cocok untuk pundi-pundi masyarakat Yogya. Ia sendiri hanya memesan kopi, lain tidak. Baru beberapa kali seruput, ia meluapkan tangis di sana, tak peduli pada pelayan yang curi-curi pandang penasaran. Di tengah-tengah, ia menelepon sahabatnya. "Menurut kamu apa definisi cinta?" "Ng, bagiku cinta itu rasa nyaman nan penuh bunga yang mendorong penikmatnya untuk merajut masa depan bersama." "Definisi kamu manis sekali." "Ah, paling kau mencibirku di sana." "Hm, definisimu manis dan aku suka, tetapi terlalu banyak variabelnya. Sederhanakan. Buat definisi yang mencakup seluruh jenis cinta." "Ya ... definisiku memang khusus cinta kepada pasangan hidup." "Itulah. Ayo, susun lagi!" Setelah asyik dengan definisi cinta, nikmat, da...