Skip to main content

Apalah Kenangan

Aku tidak pernah berharap akan mengulang kenangan dengan orang yang berbeda. Aku juga tidak pernah mengira akan diberi respons yang persis sama. Bagaimana mungkin aku diberi keleluasaan untuk menentukan, sementara aku sendiri meragu?

Aku tak tahu apakah keputusan ini salah atau benar. Apakah keputusan ini egois atau tidak. Apakah keputusan ini tergesa atau justru terlambat. Apakah keputusan ini menyakiti hati sendiri atau turut membawa-bawa hati orang lain.

Kamu, masa laluku...
Ketahuilah, aku dulu sama sekali tak berniat untuk menyakitimu. Aku hanya inginkan yang terbaik untuk kita berdua. Kalau memang sama-sama suka, kita harus merintis perjalanan dengan cara yang baik, bukan seperti cara kita dulu. Jikapun pada akhirnya engkau terluka--dan memang kenyataannya begitu--aku sungguh meminta maaf. Percayalah, bukan hanya kamu yang terluka, melainkan aku juga. Maafkan aku yang hanya berani meminta maaf di sini, di tempat yang belum tentu kamu kunjungi.

Kamu, yang entah terbilang masa lalu atau masa kiniku...
Aku tahu rasanya aneh dan tak biasa. Aku pun mengalami hal yang sama. Akan tetapi, jam belum berhenti berdetik dan jantung pun belum berhenti berdetak: waktu terus berputar. Ia akan membuat aku dan kamu saling melupakan. Ia akan mengusir keanehan itu perlahan-lahan, bahkan sebelum kita sempat terjaga. Jadi, anggap saja semuanya biasa seakan tidak pernah terjadi apa-apa. Maaf jika aku terkesan berteori kosong. Aku sadar prosesnya tidaklah segampang yang kubeberkan di sini. Namun, hati selalu punya cara untuk menyembuhkan lukanya sendiri. Percayalah, semua akan baik-baik saja. Kita akan saling melupa sebelum mata membuka-tutup kelopaknya.

Aku tidak pernah berharap akan mengulang kenangan

Bersama kamu
Karena sesungguhnya aku tak ingin menggantungkan diri pada perihnya kenangan, tetapi pada indahnya masa depan
Bersama kamu
Yang entah, aku juga tidak tahu dan masih ragu


Luv,
Nadia Almira Sagitta

Comments

Popular posts from this blog

Irish!

Irlandia. Sebuah kota yang tak terlalu kuketahui keberadaannya sebelum aku berkenalan dengan Emily dan Patrick. Siapa mereka? Tenang, mari kuperkenalkan. Ti presento gli miei amici, Sg. Patrick e Sg.ra. Emily O'Malley! Mereka berdua tokoh dalam game favoritku, Emily's True Love, Emily's Wonder Wedding, dan Emily's Honeymoon Cruise. Both of them are really cute couple! Love them! ♡♡♡ Patrick berasal dari Irlandia. Saat Emily merencanakan pernikahan dengan Patrick, mereka berdua berangkat ke Irlandia. Kota itu sangat indah walaupun hanya terlukis dalam permainan belaka. Legenda yang hidup di kota itu, yakni Lady Mary's Well, juga menarik. Pakaian tradisional mereka yang berwarna hijau kotak-kotak hijau juga sangat cantik. Singkatnya aku penasaran dengan Irlandia. Tiba-tiba saja aku mendapat kabar bahwa Duolingo--aplikasi belajar bahasa--meluncurkan bahasa Irlandia! Selangkah lebih dekat dengan Irlandia, Nad! Selamat belajar, diriku. Hopefully, someday I will meet ...

Autobiografi masuk di Universitas Indonesia

Di tengah asyiknya membicarakan jurusan saat kuliah nanti, “Nad, mau masuk apa pas kuliah?” “InsyaAllah, Sastra Indonesia UI.” “Kok sastra Indonesia, sih?” * * * Pertanyaan itu kerap kali terngiang di telinga tatkala aku menyebutkan jurusan idamanku. Mengapa? Apa ada yang salah? Tak pantaskah aku mengecap ilmu di jurusan yang bertitel sastra Indonesia? Pertanyaan yang begitu merasuk hati, mengganggu. Dalam hati, aku hanya bisa berharap semoga orang tuaku merestui jurusan ini. Namun alangkah sayangnya, ternyata keinginanku ditolak mentah-mentah, apalagi oleh ibuku. Beliau tidak meridai keinginanku berkuliah di jurusan sastra. “Kalau tetap bersikeras kuliah di situ, saya tidak mau membiayai,” MasyaAllah! Apa yang ada di pikiran beliau saat itu? Bagaimana pula aku bisa membiayai kuliah sendiri? Ayah mencoba memberi saran, “Coba Nadia cari jurusan lain. Kamu sudah berbalik arah ke IPS, kan? Jurusan banyak, kok, bukan cuma sastra Indonesia. Apa kamu takut tidak lulus ...

JAFF's Asian Perspectives 2017

sumber gambar The Hose (2017) Mansour Forouzesh 14 menit sumber gambar Seorang guru sekolah dasar, Nobari, mulai menyadari metode hukuman dengan kekerasan fisik yang selama ini digunakannya tidak memberikan efek yang signifikan. Hari itu, Nobari menceritakan perihal metode ajar pada murid-murid dan membuang pecut kesayangannya. Pelajaran hari itu dimulai dengan soal perkalian. Shalbaaf, seorang murid, tidak bisa menjawab pertanyaan Nobari yang membuat Nobari memarahinya di kelas. Keesokan harinya, Nobari membuka kado dari Shalbaaf dengan rasa penasaran yang berganti tegang: kado itu berisi beberapa pecut baru. Nobari gagal mengatur emosinya saat mengajar. Apa bedanya ia menggunakan pecut dan tidak kalau emosi kesalnya terhadap murid masih mendominasi? Kedua hukuman itu sama-sama memicu trauma. Luka dari kekerasan fisik dapat pudar menghilang, tetapi luka dari kekerasan verbal membekas sampai entah. Is he a good teacher on my opinion? Nope. Women of The Weepi...

Bermain Definisi

dok. pribadi jepretan Augita P. R. Di sebuah kafe sepulang kerja, Maharani memilih tempat duduk di dekat jendela. Kafe senja itu sepi. Barangkali menu yang ditawarkan memang tidak cocok untuk pundi-pundi masyarakat Yogya. Ia sendiri hanya memesan kopi, lain tidak. Baru beberapa kali seruput, ia meluapkan tangis di sana, tak peduli pada pelayan yang curi-curi pandang penasaran. Di tengah-tengah, ia menelepon sahabatnya. "Menurut kamu apa definisi cinta?" "Ng, bagiku cinta itu rasa nyaman nan penuh bunga yang mendorong penikmatnya untuk merajut masa depan bersama." "Definisi kamu manis sekali." "Ah, paling kau mencibirku di sana." "Hm, definisimu manis dan aku suka, tetapi terlalu banyak variabelnya. Sederhanakan. Buat definisi yang mencakup seluruh jenis cinta." "Ya ... definisiku memang khusus cinta kepada pasangan hidup." "Itulah. Ayo, susun lagi!" Setelah asyik dengan definisi cinta, nikmat, da...