Skip to main content

Smoothie Story: Green Smoothie

Buongiorno a tutti!

Aku mau berbagi cerita mengenai smoothie yang kubuat hari ini. Berhubung aku membeli blender bulan Agustus lalu dan dipengaruhi oleh clean eating dan channel The Domestic Geek, aku jadi tergerak untuk membuat smoothie sebagai pendamping sarapan. Yuhu, Domestic Geek punya banyak resep untuk kau tiru! Seperti hari ini, aku meniru resep green smoothie-nya yang menggunakan avokad, timun, bayam, dan apel. Mulanya aku mengernyit ketika sayur ikutan dijus, waduh apa rasanya? Namun, akibat penasaran, aku bikin juga. Berikut ini resepnya.

1/2 avokad
1/2 apel hijau, tadi aku menggunakan Granny Smith
1/2 timun
segenggam bayam
dan sedikit air

Turns out, it's actually tastes great! Enak, lho, beneran. Nggak ada rasa eneg dan pahitnya sama sekali. Rasanya segar dan sedikit asam karena ada apel dan timun di dalamnya. Sepertinya avokad hanya menyumbang kekentalan smoothie dan bayam nyumbang warna. Wkwkw, soalnya rasa kedua bahan itu minor banget.

Anyway, kayaknya besok-besok aku pakai apel Malang aja, deh. Hahaha, kemarin emang nggak nemu apel tersebut jadinya beli apel GS. Di samping itu, aku emang penasaran dengan rasa apel GS.

Rincian biaya:
Dua avokad Rp14.000,00 @Rp7.000,00 >> lagi diskon di Hypermart Detos!
Dua apel GS Rp20.000,00 @Rp10.000,00
Tiga timun lokal Rp9.000,00 @Rp3.000,00
Seikat bayam Rp2.000,00 >> lagi diskon di Hypermart Detos!

Well, kalau dihitung-hitung, biaya untuk membuat smoothie tadi ya Rp12.000,00. Bisa lebih murah, kok, kalau belanja di pasar. ^^ Mahal atau nggaknya smoothie-mu dipengaruhi oleh seberapa banyak buah dan sayur yang kau gunakan dan lokasi belanjamu.

Tips: kurangi penggunaan gula pasir dalam smoothie. Buah-buahan sudah memiliki fruktosa (gula), kok. Kalau mau sedikit manis, gunakan pemanis alami, seperti madu, sirup maple, sirup agave, atau stevia. Itu pun jangan kebanyakan! :)

Yuhu, selamat berkreasi dan hidup sehat!

Cheers,
Nadia Almira Sagitta

Comments

Popular posts from this blog

Dialog Zainuddin Hayati

"Saya akan berterus terang kepadamu. Saya akan jujur kepadamu. Akan saya panggil kembali namamu, sebagaimana dahulu pernah saya panggilkan. Zainuddin. Saya sudi menanggung segenap cobaan yang menimpa diriku asalkan kau sudi memaafkan segenap kesalahanku." "Maaf? Kau regas segenap pucuk pengharapanku, kau patahkan, kau minta maaf?" "Mengapa kau jawab aku sekejam itu, Zainuddin? Sudah hilangkah tentang kita dari hatimu? Janganlah kau jatuhkan hukuman. Kasihanilah perempuan yang ditimpa musibah berganti-ganti ini." "Iya, demikianlah perempuan. Ia hanya ingat kekejaman orang kepada dirinya walaupun kecil dan ia lupa kekejamannya sendiri pada orang lain padahal begitu besarnya. Lupakah kau siapakah di antara kita yang kejam? Bukankah kau yang telah berjanji ketika saya diusir oleh ninik-mamakmu karena saya asalnya tidak tentu, orang hina-dina, tidak tulen Minangkabau! Ketika itu kau antarkan saya ke simpang jalan, kau berjanji akan menunggu kedatanga...

Padanan swatch: ulas, oles, pulas, atau poles?

Pagi tadi iseng memosting koleksi makeup yang rata-rata didominasi lipstik di Instagram. Ahaha, iya, aku penggemar makeup. Aku suka membaca dan menulis ulasan produk makeup . Nah, sejauh aku memantengi berbagai ulasan makeup, khususnya lipstik, di berbagai blog, ternyata banyak sekali istilah asing yang digunakan. Malam ini aku akan membahas satu saja kata asing, yakni swatch. Contoh kalimat: "Gue, sih, mesti dua sampai tiga kali swatches supaya warnanya keluar." "Ini swatches lengkap lipstik Purbasari di tanganku, ya!" Swatch. Aku galau menentukan kata yang pas. Sejauh ini, aku menemukan empat kata yang digunakan beberapa beauty blogger, untuk memadankan swatch, yakni ulas, pulas, oles, dan poles. Nah lho! Hehehe. Mau tak mau, aku kembali ke KBBI. ulas v mengusap v memberikan penjelasan dan komentar n sarung FIXED ulas dicoret! oles v melumur, melumas Hmm, mari kita cek komponen makna lumur! lumur v bergelimang dng (lumpur...

Surat Hayati

Pergantungan jiwaku, Zainuddin Sungguh besar sekali harapanku untuk bisa hidup di dekatmu. Supaya mimpi yang telah engkau rekatkan sekian lamanya bisa makbul. Supaya dapat segala kesalahan yang besar-besar yang telah kuperbuat terhadap dirimu saya tebusi. Tetapi cita-citaku itu tinggal selamanya menjadi cita-cita sebab engkau sendiri yang menutup pintu di depanku. Saya engkau larang masuk. Sebab engkau hendak mencurahkan segala dendam, kesakitan yang telah sekian lama bersarang di dalam hatimu. Lantaran membalas dendam itu, engkau ambil suatu keputusan yang maha kejam. Engkau renggutkan tali pengharapanku, padahal pada tali itu pula pengharapanmu sendiri bergantung. Sebab itu, percayalah Zainuddin bahwa hukuman ini bukan mengenai diriku seorang, bukan ia menimpa celaka kepadaku saja, tetapi kepada kita berdua. Karena saya tahu bahwa engkau masih tetap cinta kepadaku.  Zainuddin, kalau saya tak ada, hidupmu tidak juga akan beruntung. Percayalah, di dalam jiwaku ada suatu kek...

JAFF's Asian Perspectives 2017

sumber gambar The Hose (2017) Mansour Forouzesh 14 menit sumber gambar Seorang guru sekolah dasar, Nobari, mulai menyadari metode hukuman dengan kekerasan fisik yang selama ini digunakannya tidak memberikan efek yang signifikan. Hari itu, Nobari menceritakan perihal metode ajar pada murid-murid dan membuang pecut kesayangannya. Pelajaran hari itu dimulai dengan soal perkalian. Shalbaaf, seorang murid, tidak bisa menjawab pertanyaan Nobari yang membuat Nobari memarahinya di kelas. Keesokan harinya, Nobari membuka kado dari Shalbaaf dengan rasa penasaran yang berganti tegang: kado itu berisi beberapa pecut baru. Nobari gagal mengatur emosinya saat mengajar. Apa bedanya ia menggunakan pecut dan tidak kalau emosi kesalnya terhadap murid masih mendominasi? Kedua hukuman itu sama-sama memicu trauma. Luka dari kekerasan fisik dapat pudar menghilang, tetapi luka dari kekerasan verbal membekas sampai entah. Is he a good teacher on my opinion? Nope. Women of The Weepi...