Skip to main content

Review Lipstik Pensil Just Miss J-39

Lipstik Just Miss ini sebenarnya sudah lama kulihat bertengger di stan pernak-pernik sekitaran Detos. Ia berjejer dengan lipstik Kissproof dan beberapa merk lain. Sayangnya, aku tidak mudah percaya dengan produk yang dijual di stan pinggiran. Penyebabnya adalah aku pernah melihat kosmetik NARS, NYX, Urban Decay, dan MAC yang notabene palsu dijual di situ. Ya jelas palsulah, masa NAKED Urban Decay dijual cuma puluhan ribu? Harga aslinya Rp700.000,00 mamen. Entah apa kandungan kimia yang digunakan dalam produk abal itu. Semenjak itu, aku melabeli semua kosmetik stan pernak-pernik sebagai produk abal, termasuk si Just Miss. Huhuhu, maafkan aku. :(

Perkenalanku dengan si Just Miss bermula dari vlog Suhayla Salim. Beberapa waktu ini aku mengikuti kanal video si Suhay Salim. Aku suka gaya dia mengulas produk-produk kecantikan. Santai ala di pantai gitu, deh. Nah, dari video tersebut, aku baru tahu Just Miss merupakan produk asli Indonesia dan mengeluarkan berbagai jenis kosmetik, seperti eye shadow, eyeliner, eye brow pencil, lipstik, dan lipgloss. Just Miss sudah terdaftar di BPOM dan punya situs resmi penjualannya (justmisscosmetics.com). Nah, berarti ini bukan produk abal, ya. Catat.

Aku agak syok melihat harga produk Just Miss yang terbilang sangat murah. Bayangkan, Rp15.000,00 untuk sebuah lipstik matte! Oh no, no. Obviously a must have item. Maka berangkatlah aku ke Detos dan menghampiri stan pernak-pernik plus kosmetik untuk pertama kali. Sayang, di sini lipstik Just Miss dibanderol harga Rp20.000,00. Hm, tahu begitu beli online saja, ya?

Lipstik Just Miss ini ada berbagai jenis. Ada yang berbentuk pensil dan mesti diraut dan ada pula yang kemasannya dapat diputar (retractable). Aku memilih lipstik pensil nomor J-39. Alasan pemilihannya adalah aku belum pernah punya lipstik pensil dan warna nude pink manis gitu. Wkwkkw, lipstikku dominan warna terang atau gelap semua. Huw, aku mau jadi gadis kalem dulu, nih. Haha, canda. :p Aku tahu warna asli lipstik ini nude pink karena sebelumnya sudah melihat video tutorial makeup Just Miss dari Suhay Salim. Coba tidak kutonton, mungkin aku kecele dengan warna asli lipstiknya. Jauuuuh berbeda! Perhatikan baik-baik.

Just Miss J-39

Ini dia contoh pulasannya! Hm, aku tiga sampai empat kali pulas, sih. 

Tanpa lipgloss
Oh ya, untuk hasil yang maksimal, sebaiknya kamu rajin mengelupas kulit mati bibir dengan cara scrubbing seminggu sekali. Caranya bisa kamu lihat di sini. Selain itu, sebaiknya gunakan pelembab bibir sebelum memakai lipstik supaya lipstik dapat meluncur sempurna dan mengantisipasi keringnya bibirmu selama memakai lipstik.

Ulasan:
(-) Khusus warna ini, tidak cukup sekali pulas untuk memaksimalkan warnanya
(-) Ada aroma kimia
(-) Ketahanan biasa aja
(-) Warna lipstik di bibir tidak sesuai dengan warna yang terlihat di pensil. Ini membingungkan calon pembeli. Mungkin, pembeli bisa mengira-ngira warna satu atau dua corak lebih terang dari katalog warnanya.
(+) Kemasan sederhana, praktis digenggam ke mana-mana
(+) Harga sangat terjangkau
(+) Tidak membuat bibir kering bin pecah-pecah
(+) Tidak begitu transfer (apa mungkin karena warna yang kupilih nude pink gitu, ya, jadi tidak terlalu terlihat)
(+) Tekstur creamy (aku suka saat mengatupkan bibir lalu ngerasain tekstur creamy-nya, mmhm)

Akhir kata, aku suka banget! Untuk lipstik harga segini, tentu kita tidak bisa berekspektasi lebih. Akan tetapi, kalau kamu cuma mau main warna, mengetes warna apa yang cocok dengan bibirmu, lipstik ini bisa menjadi pilihan. Sebelum kamu menginvestasikan uang pada lipstik mahal dan belum tentu cocok dengan warnanya, mending coba-coba yang lain dulu. ;)

Omong-omong, aku punya tips: lebih baik membeli produk lokal murah yang telah tersertifikasi BPOM daripada produk asing yang palsu. Makeup itu ditaruh di muka, lho, jangan sampai komposisi kimianya merusak wajahmu.

Sekian ulasan dari aku, sampai ketemu di postingan berikutnya! Do you have any recommendation for affordable lip product? Comment below. ^^

Dengan lipgloss (aku doang, teman nggak pakai lipstik Just Miss)

Luv,
Nadia Almira Sagitta

Comments

Popular posts from this blog

Autobiografi masuk di Universitas Indonesia

Di tengah asyiknya membicarakan jurusan saat kuliah nanti, “Nad, mau masuk apa pas kuliah?” “InsyaAllah, Sastra Indonesia UI.” “Kok sastra Indonesia, sih?” * * * Pertanyaan itu kerap kali terngiang di telinga tatkala aku menyebutkan jurusan idamanku. Mengapa? Apa ada yang salah? Tak pantaskah aku mengecap ilmu di jurusan yang bertitel sastra Indonesia? Pertanyaan yang begitu merasuk hati, mengganggu. Dalam hati, aku hanya bisa berharap semoga orang tuaku merestui jurusan ini. Namun alangkah sayangnya, ternyata keinginanku ditolak mentah-mentah, apalagi oleh ibuku. Beliau tidak meridai keinginanku berkuliah di jurusan sastra. “Kalau tetap bersikeras kuliah di situ, saya tidak mau membiayai,” MasyaAllah! Apa yang ada di pikiran beliau saat itu? Bagaimana pula aku bisa membiayai kuliah sendiri? Ayah mencoba memberi saran, “Coba Nadia cari jurusan lain. Kamu sudah berbalik arah ke IPS, kan? Jurusan banyak, kok, bukan cuma sastra Indonesia. Apa kamu takut tidak lulus ...

2015 - Skoliosis

Skoliosis. Masih ingatkah dengan pelajaran Penjaskes di SD dulu? Kifosis, lordosis, dan skoliosis. Beberapa bulan ini, aku mengeluh sakit punggung. Tak bisa telentang dan menghirup napas panjang. Sakit. Rasanya, tulang rusuk tertarik oleh tulang belakang tiap bernapas. Rasanya dada ditekan kuat-kuat kalau telentang. Belum lagi pegal-pegal tiap bangun tidur. Kemudian, datanglah temanku berkata bahwa tulang kananku menonjol dibanding yang kiri. Tanteku juga mengatakan hal yang sama.  Jadilah, 15 Januari 2015 lalu aku ke dokter ortopedi. Dokter Tejo namanya. Dia berperawakan tinggi dan tegak. Dia lebih tinggi dari saya. Hahahha. Pas banget deh jadi dokter spesialis tulang. Dari sana, aku menuju ruang radiologi. Kunjungan pertamaku ke sana, yeayyyy! (Terus bangga). Bertukar pakaian dengan baju rumah sakit, berdiri di depan kamera khusus, dan voila! Jadilah foto hitam putih bergambar tulang rusuk serta tulang punggungku. Foto x-ray kah itu? Entahlah. Dua foto hitam itu me...

Review Salon Flaurent Jogja

Heyyyy, guys! Kali ini, saya mau review salon Flaurent Jogja yang baru saja saya kunjungi tadi. Dua tahun lalu, saya juga sempat ke sini bareng ibu, nah kali ini bareng tante. Bisa dibilang, ini salon perempuan pertama yang saya datangi dan memprakarsai hobi baru saya di Depok, yakni nyalon. Wakakaka. Tanteku memberi saran untuk mengambil paket mini yang terdiri dari body spa, hair spa, dan facial . Tiga perawatan ini bisa kalian ambil dengan merogoh kocek Rp125.000,00. Gila. Ini-murah-banget! Salon langgananku aja bisa kena biaya sekitar Rp300.000,00.

Review Bedak Tabur La Tulipe vs Revlon

Kamis, 16 Juli 2015, kuputuskan untuk mengganti bedak tabur La Tulipe-ku. Bukannya kenapa, aku curiga jerawatku yang makin menjadi ini disebabkan oleh ketidakcocokan wajahku dengan bedak tersebut. Kulit wajahku adalah kulit berminyak— lets say, very oily ! Gegara ini, aku gampang jerawatan dan sekilas wajahku terlihat kusam tanpa bedak. Oleh karena itu, bedak merupakan barang wajib yang harus ada di tas. Sejak SMP hingga SMA, aku selalu menggunakan bedak padat Pigeon rekomendasi ibuku. Semenjak kuliah aku iseng mencoba-coba bedak baru, salah satunya bedak tabur. Berdasarkan informasi yang kudapat dari berbagai beauty blogger , jenis bedak yang cocok untuk kulit berminyak adalah bedak tabur atau loose powder. Alasannya, tekstur bedak tabur tidak menghambat pori-pori seperti bedak padat. Nah, aku baru beralih ke bedak tabur setahunan lebih ini. Aku pernah mencoba produk Pigeon, Wardah, Viva, La Tulipe, dan sekarang Revlon. Postingan kali ini membahas dua merk bedak tabur, yakni ...