Skip to main content

Infused water +foto

Halo!

Aku baru bisa mengunggah foto infused water-ku hari ini, nih. Maaf, ya. (/.\) Seperti yang dapat kau lihat, ada warna merah, kuning, hijau, dan putih dalam mason jar-ku. Ini IW stroberi, lemon, mentimun, mint, dan nata de coco. Iya, nata de coco. Itu memang bukan buah dan tidak memiliki rasa, tetapi ia menambah warna dalam IW-ku. Rasa infused water ini masih sama dengan sebelumnya, yaitu asam. Tentu saja asam, wong ada stroberi dan lemon. Oh iya, IW tidak dibuat dengan menambahkan gula. Nanti malah membuatmu sakit gula. Jika IW-mu asam, nikmati apa adanya. Toh, hidup tidak selamanya manis, bukan? Hahaha, aku bercanda. 

Beberapa hari lalu, ada seorang kawan yang menanyakan khasiat infused water. Berdasarkan informasi di internet, IW citrus (lemon dan jeruk nipis) berfungsi sebagai detoksifikasi. Sementara itu, menurut beberapa ahli gizi dalam seminar IW yang kuikuti, infused water tidaklah memberi manfaat yang berarti. IW sekadar tren meminum air dengan cara baru. Berwarna, berasa, tetapi tampak sehat karena menggunakan buah-buahan. Hal ini baik karena dapat menggugah masyarakat untuk mengonsumsi air sesuai takaran yang dianjurkan. Selama ini orang-orang malas meminum air mineral karena tidak memiliki rasa. Mereka lantas beralih ke teh, kopi, soda, jus buah (dengan gula), atau minuman-minuman lain yang belum tentu menyehatkan. Nah, infused water pun hadir sebagai solusi. 

Buah-buahan yang digunakan dalam IW sebaiknya dikonsumsi agar dapat memberikan manfaat untuk tubuh. Maka dari itu, isi ulanglah infused water-mu sekali saja (dua kali penggunaan) agar buah-buahan tersebut masih segar dan belum kehilangan vitaminnya. Ingat ya, dikonsumsi, jangan dibuang. 

Selamat mengikuti tren infused water!

Cheers,
Nadia Almira Sagitta

dok. pribadi

Comments

Popular posts from this blog

Autobiografi masuk di Universitas Indonesia

Di tengah asyiknya membicarakan jurusan saat kuliah nanti, “Nad, mau masuk apa pas kuliah?” “InsyaAllah, Sastra Indonesia UI.” “Kok sastra Indonesia, sih?” * * * Pertanyaan itu kerap kali terngiang di telinga tatkala aku menyebutkan jurusan idamanku. Mengapa? Apa ada yang salah? Tak pantaskah aku mengecap ilmu di jurusan yang bertitel sastra Indonesia? Pertanyaan yang begitu merasuk hati, mengganggu. Dalam hati, aku hanya bisa berharap semoga orang tuaku merestui jurusan ini. Namun alangkah sayangnya, ternyata keinginanku ditolak mentah-mentah, apalagi oleh ibuku. Beliau tidak meridai keinginanku berkuliah di jurusan sastra. “Kalau tetap bersikeras kuliah di situ, saya tidak mau membiayai,” MasyaAllah! Apa yang ada di pikiran beliau saat itu? Bagaimana pula aku bisa membiayai kuliah sendiri? Ayah mencoba memberi saran, “Coba Nadia cari jurusan lain. Kamu sudah berbalik arah ke IPS, kan? Jurusan banyak, kok, bukan cuma sastra Indonesia. Apa kamu takut tidak lulus ...

2015 - Skoliosis

Skoliosis. Masih ingatkah dengan pelajaran Penjaskes di SD dulu? Kifosis, lordosis, dan skoliosis. Beberapa bulan ini, aku mengeluh sakit punggung. Tak bisa telentang dan menghirup napas panjang. Sakit. Rasanya, tulang rusuk tertarik oleh tulang belakang tiap bernapas. Rasanya dada ditekan kuat-kuat kalau telentang. Belum lagi pegal-pegal tiap bangun tidur. Kemudian, datanglah temanku berkata bahwa tulang kananku menonjol dibanding yang kiri. Tanteku juga mengatakan hal yang sama.  Jadilah, 15 Januari 2015 lalu aku ke dokter ortopedi. Dokter Tejo namanya. Dia berperawakan tinggi dan tegak. Dia lebih tinggi dari saya. Hahahha. Pas banget deh jadi dokter spesialis tulang. Dari sana, aku menuju ruang radiologi. Kunjungan pertamaku ke sana, yeayyyy! (Terus bangga). Bertukar pakaian dengan baju rumah sakit, berdiri di depan kamera khusus, dan voila! Jadilah foto hitam putih bergambar tulang rusuk serta tulang punggungku. Foto x-ray kah itu? Entahlah. Dua foto hitam itu me...

Review Bedak Tabur La Tulipe vs Revlon

Kamis, 16 Juli 2015, kuputuskan untuk mengganti bedak tabur La Tulipe-ku. Bukannya kenapa, aku curiga jerawatku yang makin menjadi ini disebabkan oleh ketidakcocokan wajahku dengan bedak tersebut. Kulit wajahku adalah kulit berminyak— lets say, very oily ! Gegara ini, aku gampang jerawatan dan sekilas wajahku terlihat kusam tanpa bedak. Oleh karena itu, bedak merupakan barang wajib yang harus ada di tas. Sejak SMP hingga SMA, aku selalu menggunakan bedak padat Pigeon rekomendasi ibuku. Semenjak kuliah aku iseng mencoba-coba bedak baru, salah satunya bedak tabur. Berdasarkan informasi yang kudapat dari berbagai beauty blogger , jenis bedak yang cocok untuk kulit berminyak adalah bedak tabur atau loose powder. Alasannya, tekstur bedak tabur tidak menghambat pori-pori seperti bedak padat. Nah, aku baru beralih ke bedak tabur setahunan lebih ini. Aku pernah mencoba produk Pigeon, Wardah, Viva, La Tulipe, dan sekarang Revlon. Postingan kali ini membahas dua merk bedak tabur, yakni ...

Review Salon Flaurent Jogja

Heyyyy, guys! Kali ini, saya mau review salon Flaurent Jogja yang baru saja saya kunjungi tadi. Dua tahun lalu, saya juga sempat ke sini bareng ibu, nah kali ini bareng tante. Bisa dibilang, ini salon perempuan pertama yang saya datangi dan memprakarsai hobi baru saya di Depok, yakni nyalon. Wakakaka. Tanteku memberi saran untuk mengambil paket mini yang terdiri dari body spa, hair spa, dan facial . Tiga perawatan ini bisa kalian ambil dengan merogoh kocek Rp125.000,00. Gila. Ini-murah-banget! Salon langgananku aja bisa kena biaya sekitar Rp300.000,00.