Skip to main content

Liburan Hari Pertama: Belanja!

Sore ini saya berjalan-jalan keliling Margo. Agenda pertama: mengisi perut di food court. Makan sendiri kayak jomblo (lha emang iya!) Nggak apa-apa, saya tegar, kok. (#np Tegar-Rossa) Selanjutnya, keluar masuk toko. Ke toko sepatu, ke toko buku, ke toko baju, dan ke toko kosmetik. Window shopping itu menyenangkan. (/*v*)/

Waktuku kuhabiskan di toko buku. Rasanya sudah lama sekali saya tidak berputar-putar menyusuri tiap rak toko buku. Kangen. Ternyata banyak buku baru, tadi saya sempat mencatatnya ke dalam wishlist. Berikut ini daftar keinginan buku saya.

Ayah - Andrea Hirata
Lukisan Hujan - Sitta Karina
Bulan - Tere Liye 
Namaku Dahlia - Syafrizaldi
Karyamin's Smile - Ahmad Tohari
Melihat Api Bekerja - Aan Mansyur
Mama - Daoed Jusuf
A Stolen Life - Jaycee Dugard
If I Stay - Gayle Forman
Just One Day - Gayle Forman

Tentu saja tidak cuma ini, hahaha. Ini buku-buku yang terlintas dan kutemukan hari ini. Tadi saya juga menemukan buku-buku sastra klasik terbitan Collins Classics berharga Rp49.000,00! Murah. Kenapa saya katakan ini murah? Soalnya saya teringat buku Wuthering Heights karya Emily Bronte yang saya beli di Times seharga Rp80.000,00. (Gegayaan beli novel Inggris, padahal bacanya nggak tuntas karena nyerah sama bahasanya) >,<"

Setelah berputar-putar cukup lama, saya memboyong karya terbaru Aan Mansyur berjudul Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi. Kata orang, karya-karya Aan Mansyur bagus: puitis dan sederhana. Nah, sebagai anak sastra, rasanya nggak afdal kalau saya buta sama sekali tentang karyanya. Bolehlah saya kembali menjadi penikmat sastra setelah selama ini mencintai linguistik sepenuh hati. Lagipula sekarang ini, kan, liburan! Saya mau mengistirahatkan otak dari berpikir hal yang berat-berat. Hohoho. :D

Sebelum benar-benar meninggalkan Margo City, saya singgah ke The Body Shop untuk membeli sabun cuci muka. Hmm, lagi jerawatan parah, nih. Penyebabnya adalah begadang tak henti-henti, makan sembarangan, siklus bulanan yang nggak jelas, dan sepertinya kena breakout dari bedak baru. Padahal, pas pertama kali beralih ke TBS, sudah lumayan bersih nih muka. Yeh, sekarang balik lagi. Duit, duit. Ini gegara bedak! Huhuhu. T-T

So, yah, ini dia foto perburuanku di Margo hari ini.

dok. pribadi


Kau percaya masa depan masih memiliki kita? 
Akan selalu ada kita. Aku percaya.
(Aan Mansyur)


Cheers,
Nadia Almira Sagitta

Comments

Popular posts from this blog

Irish!

Irlandia. Sebuah kota yang tak terlalu kuketahui keberadaannya sebelum aku berkenalan dengan Emily dan Patrick. Siapa mereka? Tenang, mari kuperkenalkan. Ti presento gli miei amici, Sg. Patrick e Sg.ra. Emily O'Malley! Mereka berdua tokoh dalam game favoritku, Emily's True Love, Emily's Wonder Wedding, dan Emily's Honeymoon Cruise. Both of them are really cute couple! Love them! ♡♡♡ Patrick berasal dari Irlandia. Saat Emily merencanakan pernikahan dengan Patrick, mereka berdua berangkat ke Irlandia. Kota itu sangat indah walaupun hanya terlukis dalam permainan belaka. Legenda yang hidup di kota itu, yakni Lady Mary's Well, juga menarik. Pakaian tradisional mereka yang berwarna hijau kotak-kotak hijau juga sangat cantik. Singkatnya aku penasaran dengan Irlandia. Tiba-tiba saja aku mendapat kabar bahwa Duolingo--aplikasi belajar bahasa--meluncurkan bahasa Irlandia! Selangkah lebih dekat dengan Irlandia, Nad! Selamat belajar, diriku. Hopefully, someday I will meet ...

Autobiografi masuk di Universitas Indonesia

Di tengah asyiknya membicarakan jurusan saat kuliah nanti, “Nad, mau masuk apa pas kuliah?” “InsyaAllah, Sastra Indonesia UI.” “Kok sastra Indonesia, sih?” * * * Pertanyaan itu kerap kali terngiang di telinga tatkala aku menyebutkan jurusan idamanku. Mengapa? Apa ada yang salah? Tak pantaskah aku mengecap ilmu di jurusan yang bertitel sastra Indonesia? Pertanyaan yang begitu merasuk hati, mengganggu. Dalam hati, aku hanya bisa berharap semoga orang tuaku merestui jurusan ini. Namun alangkah sayangnya, ternyata keinginanku ditolak mentah-mentah, apalagi oleh ibuku. Beliau tidak meridai keinginanku berkuliah di jurusan sastra. “Kalau tetap bersikeras kuliah di situ, saya tidak mau membiayai,” MasyaAllah! Apa yang ada di pikiran beliau saat itu? Bagaimana pula aku bisa membiayai kuliah sendiri? Ayah mencoba memberi saran, “Coba Nadia cari jurusan lain. Kamu sudah berbalik arah ke IPS, kan? Jurusan banyak, kok, bukan cuma sastra Indonesia. Apa kamu takut tidak lulus ...

JAFF's Asian Perspectives 2017

sumber gambar The Hose (2017) Mansour Forouzesh 14 menit sumber gambar Seorang guru sekolah dasar, Nobari, mulai menyadari metode hukuman dengan kekerasan fisik yang selama ini digunakannya tidak memberikan efek yang signifikan. Hari itu, Nobari menceritakan perihal metode ajar pada murid-murid dan membuang pecut kesayangannya. Pelajaran hari itu dimulai dengan soal perkalian. Shalbaaf, seorang murid, tidak bisa menjawab pertanyaan Nobari yang membuat Nobari memarahinya di kelas. Keesokan harinya, Nobari membuka kado dari Shalbaaf dengan rasa penasaran yang berganti tegang: kado itu berisi beberapa pecut baru. Nobari gagal mengatur emosinya saat mengajar. Apa bedanya ia menggunakan pecut dan tidak kalau emosi kesalnya terhadap murid masih mendominasi? Kedua hukuman itu sama-sama memicu trauma. Luka dari kekerasan fisik dapat pudar menghilang, tetapi luka dari kekerasan verbal membekas sampai entah. Is he a good teacher on my opinion? Nope. Women of The Weepi...

Bermain Definisi

dok. pribadi jepretan Augita P. R. Di sebuah kafe sepulang kerja, Maharani memilih tempat duduk di dekat jendela. Kafe senja itu sepi. Barangkali menu yang ditawarkan memang tidak cocok untuk pundi-pundi masyarakat Yogya. Ia sendiri hanya memesan kopi, lain tidak. Baru beberapa kali seruput, ia meluapkan tangis di sana, tak peduli pada pelayan yang curi-curi pandang penasaran. Di tengah-tengah, ia menelepon sahabatnya. "Menurut kamu apa definisi cinta?" "Ng, bagiku cinta itu rasa nyaman nan penuh bunga yang mendorong penikmatnya untuk merajut masa depan bersama." "Definisi kamu manis sekali." "Ah, paling kau mencibirku di sana." "Hm, definisimu manis dan aku suka, tetapi terlalu banyak variabelnya. Sederhanakan. Buat definisi yang mencakup seluruh jenis cinta." "Ya ... definisiku memang khusus cinta kepada pasangan hidup." "Itulah. Ayo, susun lagi!" Setelah asyik dengan definisi cinta, nikmat, da...